Film Lokal DVD Puake Batu Terjual 2.000 Keping

Film Lokal DVD Puake Batu Terjual 2.000 Keping

  Jumat, 11 December 2015 08:51
FILM DAERAH: Film lokal yang cukup diminati. ISTIMEWA/PONTIANAKPOST

DUA ribu keping DVD film lokal berjudul Puake Batu laris terjual di pasaran Kalimantan Barat dan Malaysia. Film komedi yang dirilis tersebut berhasil menarik minat masyarakat. Hanya berdurasikan sembilan puluh menit film lokal karya putra daerah sukses mengeduk tawa.

"Alur cerita Puake Batu cukup lucu. Kisahnya juga merakyat. Ini cocok ditonton siapa-saja," ucap salah satu penggemar film komedi, Sandy, Kamis (10/12).Film komedi ini menceritakan kisah batu cincin. Lokasi syuting film berada di daerah Sempalai, Kabupaten Sambas. Kisahnya orang miskin mendadak kaya karena menjual puake batu bernilai miliaran rupiah.Ia menyampaikan, kini film lokal banyak digemari. Namun wadah perfilman belum diperhatikan oleh pemerintah daerah. Sehingga banyak produser film lokal mengeluarkan dana pribadi untuk menyalurkan hobi dalam dunia perfilman.

"Saya melihat sponsor film lokal masih sangat lemah. Pemerintah daerah juga tidak menghiraukan karya putra anak daerah. Jika masalah ini terus dibiarkan, maka karya film lokal akan hilang dengan sendirinya," terang ayah satu anak tersebut.Terpisah produser Puake Batu, Helmi mengakui peredaran film lokal banyak diminati masyarakat umum. Bahkan film yang baru dirilis pada Hari Raya Idul Fitri sudah terjual dua ribu DVD yang disebar di kios penjualan Kabupaten Sambas, Pemkot Singkawang. Bahkan merambah ke negara tetangga Malaysia.

"Sayang pemerintah kita dan pengusaha belum bisa memperhatikan keberlangsungan karya film seniman daerah. Selama ini banyak film lokal sudah beredar dipasaran, tetapi mengalami stagnan karena tidak ada yang mengangkat perfilman lokal  melalui festival-festival film," ungkap Helmi juga merangkap sebagai aktor dalam film Puake Batu.Dia menyatakan dengan terjualnya dua ribu copy DVD film lokal, pihaknya kembali menambah penjualan film lokal dipemasaran. Ini karena biaya produksi film cukup malah dan hasil penjualan belum maksimal.

Ia mengungkapkan satu film diproduksi membutuhkan dana Rp 30 juta. Ini khusus biaya operasional secara keseluruhan. Sedangkan biaya perizinan untuk lolos sensor film Rp 5 juta. Sehingga satu kali pembuatan film belum cukup menutupi biaya produksi."Rencana kita mau bikin lagi film lokal. Tapi terbentur dana. Mau bagaimana lagi, tidak ada pihak sponsor yang mendukung karya film daerah," imbuhnya didampingi Abdul Malik sebagai aktor utama film Puake Batu. (irn)