Film Jingga Curi Perhatian di Italia

Film Jingga Curi Perhatian di Italia

  Kamis, 29 September 2016 10:05
PUKAU PENONTON: Film Jingga menceritakan perjalan hidup anak-anak tuna netra.

Berita Terkait

JAKARTA - Sutradara muda, Lola Amaria kembali mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional.  Filmnya yang berjudul Jingga, sukses memukau penonton yang datang ke Festival Film Indonesia di Cinema Spazio Alfieri di Firenze, Italia, Sabtu (24/9).

 
Film besutannya yang menceritakan perjalan hidup anak-anak tuna netra ini mampu memberikan kesan mendalam kepada penonton.  Dalam filmnya, Lola menjabarkan bahwa anak-anak tuna netra tidak mudah putus asa dalam menjalani kehidupannya di tengah segala keterbatasan.
Dengan alur yang dituangkan secara apik dan ditail, film ini berhasil membuat banyak penonton meneteskan air mata. Film Jingga mendapat apreasiasi karena sukses menampilkan elemen penting dalam kehidupan manusia, seperti peran keluarga dalam kehidupan anak dan juga nilai-nilai kemanusiaan di dalamnya.
”Film yang penuh inspirasi dan sangat menggugah. Kami sangat mengapresiasi film Jingga. Saya terharu,” kata Luciano Mancini, Ketua Asosiasi Persahabatan dan Kerja Sama Italia-Indonesia melalui siaran pers yang diterima Indopos (jaringan Pontianak Post), Selasa (27/9).
”Para penonton Italia menyukai penggambaran keadaan, yang mengingatkan mereka pada suatu masa ketika infrastruktur untuk kaum cacat juga masih terbatas. Serta pentingnya peran keluarga dalam mengatasi berbagai persoalan kehidupan,” sambungnya.
Kesuksesan pemutaran film Jingga di negeri Pizza itu, membuat Lola Amaria mendapatkan tawaran dari komisi film Florence, untuk proyek kerjasama pembuatan film.  Ajakan tersebut disambut positif oleh sutradara muda asal Indonesia tersebut.
"Kami bangga, film Indonesia mendapat tempat dan kehormatan yang luar biasa di sini (Italia). Ini membuat saya khususnya, semakin bersemangat untuk tetap membuat karya-karya terbaik," ujarnya. "Untuk ajakan kerja sama, sebuah tawaran yang saya pikirkan. Saya berharap semoga film-film Indonesia semakin mampu bicara di pentas Internasional," lanjut Lola.
Dalam acara Festival Film Indonesia di Cinema Spazio Alfieri juga ditampilkan seni budaya asli tanah air.  Seperti tarian Saman yang dibawakan oleh sembilan mahasiswa Indonesia yang tergabung dalam Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Italia dari Kota Milan.  
Selain Jingga, ada pula lima judul film lainnya karya sineas terkemuka Indonesia diputar di sana, yaitu Filosofi Kopi, Turis Romantis, Pasukan Kapiten, Cahaya dari Timur, dan Tiga Dara yang berhasil direstorasi di Laboratorium L’imagine Ritrovata, Bologna, Italia. (ash)

 

Berita Terkait