Festival Meriam Karbit Sintang, Gali Potensi Kearifan Lokal

Festival Meriam Karbit Sintang, Gali Potensi Kearifan Lokal

  Rabu, 20 June 2018 09:28
FESTIVAL MERIAM: Bupati Sintang Jarot Winarno saat membuka festival meriam karbit di malam Lebaran.

Berita Terkait

SINTANG -  Festival meriam karbit merupakan tradisi budaya yang pertama kali dilakukan di Sintang, yang dilaksanakan seusai takbir keliling. Pembukaan festival tersebut ditandai dengan penembakkan langsung  meriam karbit oleh Bupati Sintang Jarot Winarno,  di depan Masjid Jami Sultan Nata Sintang.

Bupati  mengatakan, festival meriam karbit merupakan kegiatan yang pertama kali diselenggarakan dengan banyak sekali maknanya. Yakni sebagai kegiatan kebudayaan.   Kearifan lokal harus dijaga, dan  potensi budaya harus digali.

Jarot menginginkan kegiatan kebudayaan yang dapat mengangkat kebudayaan dimata masyarakat luas agar terus dan tetap dijaga dan dilestarikan. Warisan budaya dari berbagai bentuk, baik  kesenian maupun tradisi.  Salah satunya adalah meriam karbit,yang banyak memiliki makna terkandung didalamnya, sehingga perlu dijaga dan dilestarikan.

Bupati berharap agar  festival meriam karbit  pada tahun depan lebih ramai. Pada  2018 terdapat  sembilan kelompok yang ikut berpartisipasi, tetapi tahun depan peserta harus bisa bertambah. Supaya, lanjutnya, menjadi lebih ramai dan meriah, dan dapat menandai datangnya bulan kemenangan, datangnya 1 Syawal yang ditandai dengan permainan meriam karbit.

Menurut Jarot pelestarian sejarah, bisa menjadi atraksi  yang menarik bagi wisatawan lokal dan diluar lokal. “Kita bisa bersama-sama menjaga adat dan tradisi, kebudayaan seperti ini bisa menjadi atraksi yang menarik, agar yang lain juga bisa ikut campur dalam kegiatan kebudayaan,” katanya.  

Ketua Panitia  Ade M. Iswandi mengungkapkan bahwa kegiatan ini dilaksanakan bertujuan untuk melestarikan sejarah kebudayaan melayu, khususnya permainan meriam karbit.

Menurutnya, festival meriam karbit diikuti sebanyak sembilan kelompok dan ada tiga tim juri penilai. Penilaian dewan juri  keutamaan dari karbit itu sendiri, kemudian  dampak lingkungannya, dan ketiga  dari motif dekorasi khas melayu. (*/r)  

 

 

 

Berita Terkait