Festival ke-17 Sahur-Sahur Ukir Sejarah Baru

Festival ke-17 Sahur-Sahur Ukir Sejarah Baru

  Senin, 20 May 2019 09:26
MURI: Bupati Mempawah, didampingi Wakil Gubernur Kalbar, dan Deputi Pemberdayaan Pemuda Kemenpora menerima piagam MURI dengan kategori kelompok terbanyak.

Berita Terkait

Bupati Mempawah Terima Piagam MURI

MEMPAWAH - Festival ke-17 Sahur-Sahur tahun 2019 di Kabupaten Mempawah yang berlangsung sejak tanggal 17-18 Mei lalu mencatatkan sejarah baru. Yakni pemecahan rekor dunia dengan kategori kelompok terbanyak. Piagam rekor dunia tersebut diserahkan langsung perwakilan MURI kepada Bupati Mempawah, Hj Erlina SH MH dan Deputi Pemberdayaan Pemuda Kemenpora RI Prof DR Faisal Abdullah, Jumat (17/5) malam di Mempawah.

Pemecahan rekor dunia yang dicatat MURI yakni jumlah peserta Festival ke-17 Sahur-Sahur di Kabupaten Mempawah sebanyak 157 grup atau kelompok. Setiap grup terdiri dari 10 orang, sehingga total peserta yang berpartisipasi dalam ajang festival tahunan di Kabupaten Mempawah itu sebanyak 1.570 orang yang terbagi dalam dua kategori lomba, yakni dewasa dan pemula.

Tak hanya mencatatkan rekor dunia, pelaksanaan Festival ke-17 Sahur-Sahur ini juga menjadi daya tarik para peserta. Sebab, panitia menambah nominal hadiah. Total uang tunai yang diperebutkan sebesar Rp161 juta. Juara I sebesar Rp10 juta, Juara II Rp7 juta, Juara III Rp5 juta, Juara IV Rp3 juta, Juara V Rp2 juta, dan Juara VI Rp1 juta. Sedangkan peserta yang belum beruntung, akan mendapatkan uang pembinaan sebesar Rp500 ribu.

Penyelenggaraan Festival ke-17 Sahur-Sahur di Kabupaten Mempawah berlangsung semarak dan penuh kemeriahan. Ribuan warga memenuhi jalanan di Kota Mempawah untuk menyaksikan atraksi para peserta lomba yang menampilkan beragam kreativitasnya dalam memainkan alat musik perkusi.

Setelah dibuka dengan pemukulan 17 kentongan oleh para pejabat yang hadir, satu persatu peserta FSS dilepas dari lokasi start di Halaman Wisma Chandramidi Mempawah. Selanjutnya, para peserta berjalan kaki melewati rute-rute yang telah ditetapkan panitia, yakni mengelilingi Kota Mempawah.

Peserta pun diwajibkan untuk beratraksi memainkan alat musik perkusi disepanjang rute. Nantinya, aksi pertunjukan musik itu akan mendapatkan penilaian dari dewan juri untuk ditentukan sejumlah grup terbaik yang berhak masuk ke babak final.

Tak hanya dari sisi musik perkusi yang dimainkan, dewan juri juga memberikan penilaian atas tampilan, seragam, dan keserasian peserta selama beratraksi di rute-rute yang dilewati. Sehingga para peserta harus mengeluarkan seluruh kemampuan terbaiknya agar mendapatkan nilai tertinggi.

Disepanjang rute FSS, masyarakat tampak begitu antusias memberikan dukungan kepada para peserta. Masyarakat menikmati alunan musik perkusi dengan beragam kreativitas tampilan yang disuguhkan peserta semakin menarik perhatian pengunjung. Tak sedikit masyarakat yang memotret dan memvideokan momentum tersebut.

Setelah melewati babak penyisihan dan final, pemenang kategori pemula Festival ke-17 Sahur-Sahur, yakni Juara I Grup Tambang Junior, Juara II Benteng Junior, Juara III Renjuang Junior. Sedangkan kategori dewasa, juara I Nadi Khatulistiwa, Juara II Bujang Benteng, dan Juara III Renjong. (*)

Berita Terkait