Festival Durian juga akan Digelar di Pontianak

Festival Durian juga akan Digelar di Pontianak

  Senin, 14 January 2019 11:57
MAKAN SEPUASNYA: Pengunjung Festival Durian Borneo penuh antusias mengikuti acara makan durian sepuasnya. Cukup membayar Rp50 ribu untuk mengikutinya, di Desa Punggur Kecil, Minggu (13/1). HARYADI/PONTIANAKPOST

Berita Terkait

PONTIANAK – Gelaran Festival Durian yang dihelat di Desa Punggur Kecil, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, 12-13 Januari 2018, agaknya memberikan dorongan bagi daerah lain untuk menggelar kegiatan sejenis. Kota Pontianak salah satunya, yang akan menggelar kegiatan tersebut di tahun ini. Rencananya, gelaran tersebut akan dilaksanakan pada bulan Agustus mendatang.

“Bulan delapan kita akan menggelar festival durian di Kota Pontianak dengan melibatkan sejumlah komunitas,” ungkap Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Pontianak, Syarif Saleh, Sabtu (12/1).

Komunitas yang dilibatkan tersebut, kata dia, tidak hanya yang berasal dari dalam negeri saja, melainkan juga dari luar negeri. Dikatakannya, di sejumlah negara terdapat komunitas-komunitas pencinta buah durian. Dia pun memastikan bahwa, jaringan ke beberapa komunitas itu sudah mulai dijajaki. “Komunitas dari negara lain akan kita undang, kami sudah ada jaringannya,” tuturnya.

Jika even akbar itu direalisasikan, dia yakin akan mendatangkan banyak pengunjung dari luar Kalbar yang berdampak pada bergeraknya sektor perekonomian. Semisal hotel-hotel yang penuh, peningkatan kebutuhan akan makanan, dan lain sebaginya. Dengan begitu, pendapatan bagi daerah akan terdongkrak di sektor pariwisata.

Gelaran tersebut, lanjut dia, direncanakan dirangkai dengan berbagai kegiatan yang menarik, seperti pameran, musik, dan festival kopi. Dia meyakini, melalui kegiatan ini, akan semakin banyak yang mengenal durian Kalbar. Karena itu pula lah, dalam festival yang direncanakan tersebut, akan menampilkan jenis durian yang bervarietas unggul.

Kalbar sendiri, menyimpan berbagai jenis durain yang masuk dalam varietas unggul. Wakil Ketua Komunitas Kalbar Berkebun, Ali Yusni , menyebut, menurut penelitian ada 30 jenis durian yang ada di dunia. Dari total tersebut, 20 di antaranya terdapat di Indonesia, yang 18 di antaranya ada di Kalimantan. “Kalimantan ini adalah plasma nutfah terbesar untuk buah durian,” tuturnya.

Kegiatan Festival Durian yangdigelar di Desa Punggur Kecil itu, menurutnya memiliki tiga tujuan besar. Pertama, kata dia, yakni sebagai upaya untuk menjaga kelestarian varietas durian. Kalimantan Barat, menurutnya kaya akan varietas buah durian.

Data dari Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Kalbar, tercatat ada beberapa jenis durian lokal Kalimantan Barat yang sudah ditetapkan menjadi varietas unggul nasional oleh Menteri Pertanian. Adapun yang telah didaftarkan sebagai varietas unggul, yakni, Durian Balening, Durian Jemungko Kuning, Durian Serumbut, Durian Slipi, dan Durian Tembaga, berasal dari Kabupaten Sanggau, Durian Jarum Mas berasal Kabupaten Kubu Raya,serta Durian Empakan berasal dari Kapuas Hulu.

Sedangkan untuk jenis durian yang sudah dilepas sebagai varietas unggul di antaranya Durian Mansau, Durian Raja Mabah, Durian Sawah Mas, Durin Aspar, Durian Kalapet, Durian Lokad,Durian Manjar, Durian RinBud, dan Durian Torong.

Tujuan kedua dari kegiatan Festival durian itu, lanjut Ali, yakni mendorong pemerintah daerah agar memproduksi secara massal, satu atau dua varietas unggul tersebut. Hal ini menurutnya penting, agar Kalbar lebih dikenal melalui salah satu varietas unggul tersebut. “Sedangkan yang ketiga, pihaknya mendorong agar Kalbar membuka kawasan khusus yang akan ditanami oleh seluruh jenis varietas durian lokal yang ada,” pungkasnya. (sti)

Berita Terkait