Festival CGM Tri Dharma Dibuka Bupati Sambas

Festival CGM Tri Dharma Dibuka Bupati Sambas

  Selasa, 19 February 2019 11:13
KEBERSAMAAN: Bupati Sambas, H Atbah Romin Suhaili Lc bersama Kapolres Sambas, AKBP Syahids Permadi Putra SIK,MH, undangan dan panitia Tri Dharma Pemangkat berfoto bersama saat pembukaan festival CGM 2019 di Pemangkat. OZY/Pontianak Post

Berita Terkait

Masyarakat Pemangkat dan sekitarnya tumpah ruah menyaksikan panggung hiburan dalam rangka pembukaan Festival Imlek 2570 dan Cap Go Meh 2019 Tri Dharma Pemangkat, Minggu (17/2) malam. Bupati Sambas, H Atbah Romin Suhaili Lc bersama Kapolres Sambas, AKBP Syahids Permadi Putra SIK MH dan Pembimas Buddha Kanwil Kemenag Kalbar, Naryoto menabuh gendang barongsai dilanjutkan dengan pesta kembang api yang memukau pengunjung.

Ketua Panitia Perayaan Imlek dan Festival CGM Tri Dharma Pemangkat, Siat Cin Cung alias Atong menyebutkan festival tahun ini, menjadi istimewa bagi pihaknya dan masyarakat. Lantaran, Bupati Sambas, H Atbah Romin Suhaili Lc yang secara langsung meresmikan pembukaan kegiatan festival.

“Dimasa kepemimpinan Bupati Sambas, H Atbah Romin Suhaili Lc. Ini menjadi tahun spesial, karena baru kali ini langsung dibuka oleh Bupati Sambas, karena tahun- tahun sebelumnya, jadwalnya selalu bertabrakan dengan kegiatan lain Bupati Sambas. Ini akan menjadi penyemangat kami, dan tentunya sebuah hal yang membanggakan bagi kami terutama para panitia dan masyarakat Kecamatan Pemangkat,” katanya.

Dalam acara pembukaan festival yang juga dihadiri DanRindam XII Tanjungpura SKW, Dankolat Rindam XII Tanjungpura SKW, Danyon 645/GTY Sambas, Danyon  641/BRU SKW di wakili, Kepala Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pemangkat, Ketua FKUB Sambas, Forkopimcam Pemangkat serta unsur TNI. Ketua Pantiia menyampaikan rangkaian kegiatan Perayaan Imlek dan Festival CGM Tri Dharma Pemangkat. Dimulai dengan pembagian paket sembako sebanyak 500 paket kepada warga kurang mampu dan panti asuhan. Kemudian Minggu malam dilanjutkan pada Senin (18/2) malam, yakni pawai lampion mobil hias.

“Sampai dengan Senin Siang, yang sudah terdaftar sebagai peserta pawai lampion mobil hias Tri Dharma Pemangkat, sebanyak 40 kendaraan,” katanya. Setelah Pawai Lampion, pada Selasa (19/2), pagi akan dilaksanakan bersih jalan atau ritual tolak bala, kemudian pada malam harinya dilanjutnya dengan panggung hiburan yang akan menampilkan artis dari Semarang. Kemudian pada Rabu (20/2) pelaksanaan parade atau pawai tatung.

Bupati Sambas, H Atbah Romin Suhaili Lc mengatakan Festvia CGM, dalam bahasa masyarakat yang merayakan adalah sebuah kegiatan budaya. Di Indonesia sebagai Negara yang menghargai budaya dan adat istiadat, pelaksanaan kegiatan itu (budaya dan adat istiadat) diberikan ruang. “Keberagaman yang ada, arahnya bagaimana bersatu dan berpadu, itu lah Bhineka Tunggal Ika, bukan soal bhinekanya atau harus berbeda, bukan. Tapi bagaimana tunggal dan ika-nya dari mana pun kita, apa latar belakangnya. Pelangi begitu indah karena ada warna-warni, begitu juga sebagai manusia karena adanya perbedaan, membuat kehidupan ini indah. Bayangkan jika semuanya sama, semuanya rata hidup tak akan indah. Indahnya kehidupan karena adanya perbedaan, ada siang dan malam, jadi semuanya akan indah jika perbedaan,” katanya.

“Perbedaan memiliki usia yang sudah sangat panjang, jadi semua harus menyadari, tinggal bagaimana menyikapi (perbedaan) untuk saling bersilaturahim, harga menghargai,” katanya.  Dalam pembukaan Festival, adalah pembukaan yang diantaranya didatangkan artis dari Jakarta, Yennie Han. Diisi juga tarian barongsai, serta tarian multietnis dari Sanggar Sangkan yang merupakan binaan Koramil 02 Pemangkat dibawah asuhan Endang Hartati.(fah)

Berita Terkait