Festival Cap Go Meh dan Pasar Kuliner Dibuka Selama Enam Hari

Festival Cap Go Meh dan Pasar Kuliner Dibuka Selama Enam Hari

  Jumat, 15 February 2019 14:38
RESMI DIBUKA : Festival Cap Go Meh dan Pasar Kuliner 2019 secara resmi dibuka, pada (14/2) sore. Peresmian tersebut ditandai dengan pemukulan loku atau genderang oleh Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono bersama stakeholder yang hadir. SIGIT/PONTIANAK POST

Berita Terkait

PONTIANAK - Walo Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono secara resmi membuka gelaran Festival Cap Go Meh 2019, Kamis (14/2) sore, di lokasi pasar kuliner, Jalan Diponegoro, Pontianak. Kegiatan ditandai dengan pemukulan loku atau genderang, yang dipimpin langsung wali kota bersama beberapa stakeholder lain.

Dengan diresmikannya gelaran ini Edi Kamtono berharap, menjadi event yang mampu menjadi daya tarik masyarakat lokal maupun wisatawan berkunjung ke Kota Pontianak. 

Sepeti tahun sebelumnya event ini menyuguhkan berbagai kuliner menarik. Tentunya  disebutkan wali kota, juga sebagai magnit yang mampu menarik masyarakat untuk dating.

"Kita harapkan mampu menarik minat masyarakat sekitar maupun pendatang. Dan kita harap event seperti ini dapat terus menjadi agenda tahunan memberi hiburan kepada masyarakat luas," ujar Edi Rusdi Kamtono.

Dia melanjutkan, gelaran seperti ini merupakan bagian dari strategi memicu kedatangan wisatawan luar untuk berkunjung ke Kota Pontianak. Sekaligus diharapkan mampu memberikan ruang bagi pengusaha kuliner untuk mengenalkan usahanya kepada masyarakat luas agar bisa lebih berkembang.

"Total untuk tahun ini, ada 65 stand yang menjual berbagai jenis hidangan kuliner. Tentunya kita harap, mereka yang punya usaha kuliner dapat mengenalkan dan mengembangkan usahanya agar lebih dikenal," jelasnya.

Di tempat yang sama, Ketua Panitia Perayaan Cap Go Meh 2019, Dji Sen mengungkapkan, festival ini (Cap Go Meh dan Pasar Kuliner) akan berlangsung selama enam hari, mulai 14 hingga 19 Februari, tepat pada puncak perayaan Cap Go Meh 2019. Dia menambahkan akan ada sedikit perbedaan pada gelaran tahun ini dibanding tahun-tahun sebelumnya. Salah satunya adalah pembuatan pagoda dari kue keranjang seberat 1 ton yang dipertontonkan kepada khalayak yang datang.

"Untuk tahun ini, kita sudah buat kue keranjang seberat 1 ton, dan ada juga pohon mehwa dengan tinggi kurang lebih 5 meter yang akan menjadi pembeda di tahun sebelumnya," ujar Dji Sen.

Dia melanjutkan, untuk Cap Go Meh, nantinya akan diawali dengan pembukaan mata naga pada 17 Februari mendatang. Sementara ini - sembari menunggu itu - masyarakat akan dimanjakan dengan berbagai hidangan kuliner  yang siap disajikan sepanjang lokasi kegiatan di Jalan Diponegoro. "Fokus kita untuk pembukaan ini, dari 14 sampai 16 Februari adalah pasar kuliner. Baru pada (17/2) pagi, akan ada kegiatan naga buka mata," tambahnya.

Dia pun berharap, dengan diadakannya gelaran festival seperti ini (Cap Go Meh dan Pasar Kuliner) dapat meningkatkan pendapatan daerah dan juga pendapatan warga Kota Pontianak yang bergerak di bidang kuliner. 

"Semoga ke depan festival ini terus ada, bahkan kalau bisa dapat menarik minat wisatawan datang ke Kota Pontianak. Selain itu, juga diharap mampu menambah pendapatan warga yang memiliki usaha kuliner," tutupnya. (Sig)

Berita Terkait