Even Popda Tak Ada Dana, Dewan Kalbar Kecewa ke Pemkab Melawi

Even Popda Tak Ada Dana, Dewan Kalbar Kecewa ke Pemkab Melawi

  Jumat, 20 July 2018 07:29
Muhammad Mochlis

Berita Terkait

PONTIANAK—Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Barat, M. Mochlis merasa kecewa dan protes keras penyelenggaraan even Pekan Olahraga Pelajar (Popda) tidak sukses dan mulus berlangsung di Kabupaten Melawi. Alasannya seusai dikonfrontir ternyata tak ada pembiayaan dikeluarkan pemerintah daerah setempat.

“Saya prihatin dan sedih terhadap kabupaten melawi. Dimana even sekelas Popda yang berlangsung kemarin dan setelah verifikasi ke Pemkab Melawi, alasannya sangat naïf. Itu berupa tak ada dana,” katanya, Kamis (19/7) mengelar jumpa pers di Gedung DPRD Kalbar.

Menurut dia seandainya tidak ada pendanaan, tentu harus ada kebijakan dan solusi. Ini supaya pelajar dan pemuda, bisa dihidupkan lewat olahraga. “Sepertinya olahraga bukan satu hal prioritas. Tak prioritas bahkan disampaikan Pemkab Melawi. Jelas saya prihatin,” ujarnya.

Jika tidak menganggap olahraga prioritas, bagaimana daerah bisa membangun kepribadian bangsanya. Membangun daerah harus dengan semangat sportifitas dan solidaratis. Tujuannya supaya membuat daya saing daerah lebih terarah.

Hanya, lanjutnya, apabila pemerintah Melawi tak peduli dan anggaran olahraga Popda sampai kosong alias nihil, jelas akan membuat daerah sengkarut. “Saya juga kurang paham kenapa bisa begini. Ini membuktikan bahwa tata kelola pemerintah Melawi memprihatinkan. Saya berharap agar kejadian begini tak terulang. Melawi sudah banyak masalah, seperti persoalan infrastrukturnya. Jangan sampai persoalan pemuda dan pelajar lebih parah lagfi,” tuturnya.

Dia menyampaikan yang namanya even sekelas Popda, bukan dadakan tetapi sudah direncanakan jauh hari. Harusnya tak ada alasan, tidak ada anggaran. Apalagi, kabarnya Pemerintah Melawi beberapa kali berkoordinasi ke Pemprov Kalbar, khusus disparbudpora mengenai even Popda. ”Mereka paham sekali ada kegiatan Popda. Hanya tapi satupun mewakili Melawi,” ujarnya.

Politisi dapil Melawi-Sintang dan Kapuas Hulu ini menghimbau secepatnya, Pemkab menyelesaikan persoalan ini supaya Kabupaten Melawi lebih baik lagi kedepannya. Masalahnya dari 14 kabupaten/kota di Kalbar ini, ternyata pembangunan Melawi masih buruk. “Banyak bangunan belum tuntas. Contohnya Kantor Bupati, Jembatan Melawi, Jembatan Melawi 2 dan Jembatan lain,” jelasnya. 

Di sisi lain, Mochlis juga menyampaikan kritikannya seperti banyak sarana dan dan prasarana untuk even sebagai agenda wajib sering tak dapat diikuti. Alasannya selalu anggaran. Contohnya di Melawi tak ada lapangan bola  diurus pemerintah. 

“Yang ada swadaya masyarakat. Jangankan prasana setingkat provinsi, setingkat kampung saja susah. Sementara jumlah atlit sangat banyak dan berpotensi,” tutur dia.(den)

Berita Terkait