Etanol dalam Produk Rumah Tangga

Etanol dalam Produk Rumah Tangga

  Jumat, 2 November 2018 09:57

Berita Terkait

Tanpa disadari banyak bahan kimia dalam rumah tangga yang digunakan sehari-hari. Salah satunya adalah pewangi pakaian yang mengandung senyawa etanol dan metanol. Lantas, apakah kandungan etanol dan metanol yang terdapat dalam produk rumah tangga memiliki pengaruh besar di dalam tubuh?

Oleh : Ghea Lidyaza Safitri

Etanol merupakan golongan senyawa alkohol yang mudah ditemui dan digunakan dalam produk industri rumah tangga. Etanol memiliki ciri-ciri tak berwarna, mudah terbakar, mudah menguap, dan banyak digunakan sebagai pelarut antispetik. Di negara maju, etanol digunakan sebagai bahan bakar karena tak menghasilkan residu asap sehingga baik untuk lingkungan.

Etanol juga merupakan hasil fermentasi dari gula dan terdapat dalam buah matang dan tanaman yang mulai bertunas. Banyak minuman alkohol yang mengandung etanol. Etanol diperbolehkan untuk dikonsumsi, tetapi harus sesuai dengan kadar yang telah ditentukan. Apabila kadar mencapai 0.05 persen dalam darah, efek yang ditumbulkan sebatas euforia dan relaksasi.

Namun, untuk kadar yang cukup tinggi, yakni diatas 0,1 persen, etanol akan menunjukan efek (toksik) bagi tubuh. Mulai dari rasa mual, muntah, hingga aliran darah menuju otak terhambat. Pada kadar 0,3 persen, etanol dapat menyebabkan seseorang tak sadarkan diri atau pingsan. Dan diatas 0,4 persen, etanol bisa menyebabkan kematian. 

Secara garis besar, yang menyebabkan etanol berbahaya adalah penggunaan kadarnya. Ketua Program Studi Farmasi Fakultas Kedokteran Untan, Rise Desnita, S.Farm., M.Si., Apt mengatakan dalam jangka pendek sebenarnya etanol bisa diurai dalam tubuh oleh enzim alkohol dehidrogenase dan menghasilkan enzim di organ hati. 

Sayangnya, mengonsumsi etanol dalam jumlah yang banyak membuat organ hati tak mampu menetralisir etanol. Sehingga, menyebabkan kerusakan fungsi hati. Dalam waktu jangka panjang, kerusakan yang ditimbulkan tak hanya pada organ hati, tapi dapat menyebabkan kanker, hipertensi, bahkan gangguan pertumbuhan janin. 

Lantas, bagaimana kehadiran etanol dalam produk rumah tangga? Tak dipungkiri beberapa produk rumah tangga mengandung etanol. Seperti halnya pewangi pakaian, parfum, pembersih kaca, detergen, sabun pencuci piring, deodorant, hingga mouthwash. Namun, dalam proses penggunaannya tak dikonsumsi secara langsung (tak ditelan).

“Umumnya etanol bertindak sebagai bahan pelarut campuran pada produk rumah tangga. Penggunaan etanol hanya menyentuh bagian kulit dan mengiritasi kulit. Sehingga, seharusnya tak ada kadar etanol di dalam darah,” ujarnya. 

Hanya saja, saat menggunakan produk tersebut tanpa sengaja dapat terhirup. Hal ini yang memungkinkan etanol bisa berada di dalam saluran darah. Namun, jumlahnya sangat kecil. Dengan begitu, masyarakat tak perlu takut saat menggunakan produk rumah tangga yang memiliki kandungan etanol di dalamnya. 

Tetapi, jika masih ada yang ragu mengenai pewangi dengan kandungan etanol ini, Rise mengungkapkan masyarakat bisa memilih atau membawa sendiri pewangi dengan base air. Sehingga, tak perlu khawatir ada residu alkohol yang menempel di pakaian. Atau, bisa mencari tempat laundry yang memberikan beberapa pilihan untuk pemberian produk pewangi. 

Sekretaris III Pengurus Daerah Ikatan Apoteker Indonesia Kalbar menuturkan etanol juga kerap digunakan secara oral, khususnya dalam sedian obat-obatan yang umumnya berbentuk cair dan semicair. Tetapi, kadar etanol didalamnya sudah ditentukan oleh Food Bank Association (FBA). Untuk usia anak di bawah 5 tahun, kadar etanol dalam sediaan obat hanya boleh mencapai 0,5 persen. 

“Sedangkan, untuk usia anak-anak sampai 12 tahun kadar etanol hanya boleh mencapai 5 persen dan orang dewasa 10 persen. Dengan asumsi etanol masih jauh diambang batas kemampuan tubuh menetralisir,” pungkas Rise.**

Berita Terkait