Erdogan Kantongi Pelaku yang akan Ditangkap Sebelum Kudeta

Erdogan Kantongi Pelaku yang akan Ditangkap Sebelum Kudeta

  Selasa, 19 July 2016 16:07
FOTO AFP

Berita Terkait

ISTANBUL - Dalam sebuah pertemuan menteri-menteri luar negeri Uni Eropa di Brussels, Belgia, Senin (17/7), Komisioner Urusan Penambahan Anggota UE Johannes Hahn sempat mengungkap dugaan bahwa Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan sudah mengantongi daftar orang yang akan ditangkap, sebelum kudeta terjadi.

Pernyatan Hahn itu menguatkan dugaan bahwa kudeta di Turki hanyalah panggung sandiwara untuk membenarkan aksi penangkapan lawan-lawan politik Erdogan. Menurut mantan pejabat militer Turki yang mengetahui detik-detik kudeta Jumat (15/7), sebenarnya pelaku memiliki peluang besar jika ingin menghabisi Erdogan. Saat itu Erdogan berada dalam perjalanan dari resor Marmaris menuju Istanbul. 

”Setidaknya ada dua pesawat F-16 yang mengganggu pesawat yang ditumpangi Erdogan saat berada di udara dengan rute ke Istanbul. Mereka mengunci radar pesawatnya (Erdogan) dan dua pesawat F-16 lain yang bertugas mengawal Erdogan. Kenapa mereka tidak menembak (pesawat Erdogan) itu masih menjadi misteri,” terangnya. 

Pernyataan tersebut bukan isapan jempol belaka. Sebab, setelah kudeta, dua pejabat tinggi Turki mengonfirmasikan bahwa pesawat jet yang ditumpangi Erdogan memang sempat diganggu dua jet tempur F-16 milik pelaku kudeta. Namun, Erdogan berhasil selamat. Keduanya tidak menjelaskan bagaimana pesawat Erdogan bisa lolos. 

Proses lolosnya Perdana Menteri Binali Yildirim dari usaha penangkapan oleh pasukan kudeta juga masih buram. Yildirim tentu saja langsung menampik tuduhan berbagai pihak bahwa pemerintah Turki sendiri yang merencanakan drama kudeta tersebut. Menurut dia, pemerintah Turki memiliki dokumen yang menjelaskan secara detail plot kudeta tersebut. Termasuk, siapa yang mengisi posisi menteri-menteri, kepala militer sementara, dan beberapa jabatan lain. Dia menegaskan bahwa penyelidikan yang terkait dengan kudeta itu masih berlangsung. 

Terlepas dari kudeta sesungguhnya ataukah hanya drama, masyarakat masih ketakutan dengan kejadian tersebut. Ancaman serangan membuat seluruh gedung parlemen Turki kemarin dievakuasi. Gerbang dan semua akses ke parlemen ditutup. ”Ancaman serangan. Mengosongkan gedung parlemen,” tulis legislator Partai Demokratik Ziya Pir. Untung, ancaman tersebut ternyata palsu.

PENANGKAPAN

Hari-hari sibuk terjadi di dua kota besar di Turki, Istanbul dan Ankara. Usai berhasil mempertahankan supremasi kekuasaan, dari upaya kudeta militer pada Jumat (15/7) malam waktu setempat, pemerintah Turki secara masif melancarkan pembersihan.

Harian di Turki, Hurriyet Daily News dan Yeni Safak, edisi Senin (18/7) melaporkan, Kementerian Dalam Negeri telah menskors atau memberikan sanksi kepada 8.777 pejabat yang diduga kuat terlibat dalam kudeta.

Angka itu termasuk 7.899 polisi, 614 petugas polisi militer, 30 gubernur dan 47 kepala distrik.

Polisi yang bermasalah ada yang ditahan karena menyerahkan diri, ada juga yang merupakan hasil sweeping operasi malam usai kudeta. 

Satu per satu mereka dipanggil atau dibawa ke markas polisi setingkat Polda. Identitas kepolisian, juga senjata yang mereka miliki, disita.

Dari angka 8.777 orang tadi, sekitar 6.000 sudah berstatus tersangka dan segera akan disidang baik di mahkamah militer atau pengadilan negara. Angka ini diperkirakan masih terus bergerak, mengingat pemerintah Turki masih terus melakukan pembersihan.

Sejauh ini dilaporkan, pemerintah Turki masih mengarahkan tudingan kepada pengikut Fethullah Gulen sebagai biang keladi dari kudeta. (adk/afp/reuters/daily star/cnn/sha/c11/any/adk/jpnn)

 

Berita Terkait