EO Guruh Sukarno Putra Sambangi Sukadana

EO Guruh Sukarno Putra Sambangi Sukadana

  Senin, 28 March 2016 09:10
PERTEMUAN: Pertemuan antara Pemerintah Kabupaten Kayong Utara dan Dirjen Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan di ruang rapat Bupati, Kamis (24/3) lalu, dipimpin langsung Bupati Hildi Hamid. HUMASKAB FOR PONTIANAK POST

Berita Terkait

SUKADANA – Direktorat Jenderal (Dirjen) Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Budaya (Kemendikbud) melalui Sub Bidang Seni Pertunjukan, bersama pakar seni dari Event Organizer (EO) Guruh Sukarno Putra mendatangi Kabupaten Kayong Utara, Kamis (24/3). Mereka membicarakan mengenai persiapan kegiatan gelar tari nusantara dalam Sail Selat Karimata 2016 mendatang.

Bertempat di ruang rapat Bupati, pertemuan tersebut juga diramaikan puluhan seniman daerah, pakar budaya daerah, tokoh adat, beserta sejarawan kerajaan, turut hadir memenuhi undangan Bupati Kayong Utara dan Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Budparpora) Kabupaten Kayong Utara. Dalam hal ini, para tokoh daerah tersebut ikut mendiskusikan apa saja yang akan ditampilkan dalam pertujukan seni tari, yang nantinya berdurasi 15 menit.

Dalam arahannya, Bupati Hildi Hamid menekankan agar pertujukan seni tari yang diangkat nantinya, dapat mengandung unsur multikultural. Dengan demikian, harapan dia, akan mampu mengangkat keberagaman etnis yang ada di Kalbar, terutama di Kayong Utara.

“Karena ini salah satu even Provinsi Kalimantan Barat, dan tiga etnis besar yang ada di Kalbar yaitu Dayak, Cina, dan Melayu, harus dapat dipertunjukkan. Hanya saja alur cerita, sejarah, dan ciri khas Melayu daerah Kayong Utara dapat lebih ditonjolkan. Salah satunya yaitu syair gulung, yang nanti saya harapkan dapat menjadi pembuka dalam pertujukan seni tari nusantara,” saran dia.

Selanjutnya, pakar seni dari Event Organizer Guruh Sukarno Putra, Alexander Chris Hassim, menganggap penting untuk mengetahui seluk beluk sejarah dan kebudayaan daerah setempat. Di samping itu, juga penekanan-penekanan kebudayaan yang mau diangkat dalam pertunjukan.

“Kita akan mengumpukan masukan-masukan dari tokoh masyarakat, mulai dari cerita rakyat, tari daerah, alat musik, baju daerah, dan lain-lain, yang nantinya sama-sama kita inventalisir, apa-apa saja yang akan ditonjolkan dan kita kembangkan dalam pertunjukan,” tuturnya.

Dalam dikusi panjang yang berisikan cerita-cerita dan masukan-masukan dari tokoh masyarakat dan budayawan Kayong Utara tersebut, terbahas mulai dari sejarah kerajaan di Sukadana, perayaan adat istiadat, serta jenis tarian dengan filosifinya. Pembicaraan-pembicaraan tersebut membuat kepala Sub Bagian (Kasubdit) Seni Pertunjukan Kemendikbud RI, Yusmawati, menyimpulkan jika apa yang didapat dan akan dibawa ke Kementerian, untuk dijadikan sumber rancangan kegiatan pertunjukan nantinya

“Saya rasa syair gulung akan menjadi pembuka dalam pagelaran tari nusantara, yang mana tugasnya nanti akan membacakan sinopsis sejarah singkat Sukadana yang diiringi musik daerah, serta pertunjukan tari Senggayong yang filosofinya cukup menarik dan menjadi ciri khas daerah sukadana ini,” tutupnya. (dan/Humas)

Berita Terkait