Enam Siswa Terima Beasiswa Peduli Orangutan Kalimantan

Enam Siswa Terima Beasiswa Peduli Orangutan Kalimantan

  Sabtu, 26 May 2018 09:40
PENYERAHAN BEASISWA: Gary Shapiro, perwakilan dari OURF, menyerahkan beasiswa kepada salah satu dari enam siswa penerima beasiswa, kemarin. AHMAD SOFI/PONTIANAK POST

Berita Terkait

Enam siswa dianugerahkan Beasiswa Peduli Orangutan Kalimantan atau Bornean Orangutan Caring Scholarship (BOCS). Penyerahan beasiswa ini dilakukan oleh Yayasan Palung dan Orang Utan Republik Foundation (OURF) pada Rabu (23/5) malam.

---------------------------------

PENERIMA beasiswa tersebut menandatangani kesepakatan untuk mengeyam pendidikan di perguruan tinggi, untuk kemudian ikut berperan aktif dalam pelestarian dan keberlangsungan kehidupan orangutan. Mereka akan berkuliah di beberapa jurusan Universitas Tanjungpura (Untan) Pontianak.

Keenam siswa tersebut adalah Mega Oktavia Gunawan dan Ari Marlina dari SMKN 1 Ketapang, Aisyah dari SMAN 1 Matan Hilir Utara (MHU), Anju Eranti dari SMAN 1 Sandai, Fitri Meliyana dari SMAN 3 Simpang Hilir, dan Cantika Peggi Nur Iskandar Putri dari SMKN 1 Sukadana.

Perwakilan OURF, Gary Shapiro, mengaku bahagia karena bisa membantu program BOCS ini. Pria berkepala plontos ini pun berharap agar program BOCS ini terus berlanjut dan bisa bertambah untuk jumlah kuotanya. "Jumlah kuotanya mungkin bisa bertambah atau ditambahkan jumlahnya setiap tahunnya, tetapi masih terkendala soal donatur," katanya.

Direktur Yayasan Palung, Terri Lee Breeden, mengatakan dengan program ini, pihaknya ingin membentuk generasi  muda berpendidikan di universitas dan memperoleh gelar sarjana. Kemudian mereka dapat memulai karir yang sukses dalam bidang konservasi, pendidikan, dan perlindungan orangutan. "Para sarjana ini adalah masa depan Kalimantan Barat, masa depan Indonesia dan masa depan orangutan dan perlindungan hutan," ujarnya.

Manajer Program Pendidikan Lingkungan sekaligus juga yang menangani program BOCS, Mariamah Achmad, mengatakan pendidikan formal masih menjadi solusi pengentasan kemiskinan. Kemiskinan erat kaitannya dengan kerusakan lingkungan dan menjadi tantangan konservasi alam.

Generasi muda adalah harapan bangsa untuk kemajuan dan keberlangsungan hidup bangsa ini. Yayasan Palung dan OURF menyelenggarakan program BOCS dalam kerangka berpikir tersebut. "Harapan kita bersama mereka menjalani pendidikan dengan lancar, dan ketika lulus kelak akan menambah generasi muda yang bekerja untuk perbaikan kualitas lingkungan, termasuk konservasi orangutan dan habitatnya," harapnya.

Beasiswa Peduli Orangutan Kalimantan (BOCS) tahun 2018 merupakan angkatan ke-7 yang dimulai sejak tahun 2012. Hingga saat ini, sudah ada 31 orang penerima BOCS di Kalimantan. Dua di antaranya di Kalteng, karena baru pertama membuka program ini dan dikelola oleh Bonean Nature Foundation.

Sementara di Aceh, penerima Beasiswa Peduli Orangutan Sumatera yang dikelola oleh YOSL-OIC dengan jumlah 117 penerima. Dengan demikian Penerima beasiswa Peduli Orangutan Kalimantan dan Sumatera hingga saat ini sudah ada 150 orang. (afi)

Berita Terkait