Empat Tahap Perkokoh Ukhuwah Islamiyah

Empat Tahap Perkokoh Ukhuwah Islamiyah

  Jumat, 15 June 2018 12:52

Berita Terkait

MEMPAWAH- Ribuan umat Islam di Kabupaten Mempawah melaksanakan salat Idul Fitri 1439 H dilingkungannya masing-masing. Di Kota Mempawah, salat Id dipusatkan di Masjid Agung Al-Falah Mempawah, Jumat (15/6) pagi. Diikuti para pejabat dan tokoh masyarakat setempat, salat Id dipimpin Imam, Ustaz H Safrani, S.Pd.I.

Sejak pagi hari, ratusan masyarakat berbondong-bondong menuju ke Masjid Al-Falah Mempawah untuk mengikuti pelaksanaan salat Idul Fitri. Kumandang takbir yang menggema menandakan masyarakat dengan khusuk mengikuti salat Id. Selain Imam Ustaz H Safrani, bertindak sebagai petugas salat yakni pemandu, Ustaz Munzirin, S.Hi, ma’asiral Wahyudi dan khotib Ustaz Athoillah.

“Hari ini adalah momentum istimewa bagi umat Islam se-dunia, bahkan bagi seluruh umat manusia dimuka bumi. Sebab, hari ini merupakan hari kemenangan, kesucian, perdamaian dan ukhuwah,” kata Ustaz Athoillah.

Dikatakan kemenangan, jelas Ustaz, karena hari ini adalah puncak kemenangan umat Islam setelah melewati puasa selama sebulan penuh di bulan ramadan. Kaum muslimim berhasil melawan hawa nafsu dan tindakan negatif lainnya.

“Bahkan Nabi Muhammad SAW menyebutnya sebagai jihad akbar, lebih akbar dari pada melakukan peperangan,” tuturnya.

Ustaz menyebut, kesucian atau kefitrahan yang didapati hari ini seharusnya menjadi titik awal untuk memulai hidup yang lebih mulia, dengan cara menempatkan diri sebagai makhluk yang tidak bisa lepas dari ketergantungan kepada Sang Khalik.

“Kita harus menjadikan Allah sebagai tujuan hidup, dengan ridha-NYA kita dapat meniti hidup dalam konsekuensinya, hidup harus dengan ibadah, amal sholih, jauh dari kemaksiatan dan kemungkaran,” pendapatnya.

Masih dalam kesempatan itu, khotib menilai, Idul Fitri sebagai simbol perdamaian. Sebab, seluruh muslim dengan kerendahan hatinya dan penuh tawaddu mengakui kesalahan dan kekhilafan yang kemudian ditindaklanjuti dengan saling bermaaf-maafan, sikap terbuka dan lapang dada untuk mengakui adalah sikap dari kesatria atau syawal.

“Mari kita tinggalkan sifat yang selalu mengintip kesalahan dan kekurangan orang lain, untuk senantiasa melihat kedalam diri kita, berapa banyak kesalahan dan kekurangan yang ada dalam diri sendiri,” himbaunya.

“Untuk memperkokoh ukhuwah islamiyah dan ukhuwah basyariyah maka ada 4 tahap yang harus dilakukan. Yakni, ta’aruf, tafahum, ta’awum dan tafakul,” ungkapnya mengakhiri.(wah)

Berita Terkait