Empat Daerah Diterjang Banjir, 190 Desa/Kelurahan Berpotensi Terendam

Empat Daerah Diterjang Banjir, 190 Desa/Kelurahan Berpotensi Terendam

  Kamis, 13 December 2018 09:39

Berita Terkait

PONTIANAK - Tingginya intensitas hujan dalam beberapa waktu terakhir menyebabkan sejumlah daerah di Kalimantan Barat (Kalbar) terendam banjir. Kondisi ini diperkirakan bakal terus berlangsung jika intensitas hujan tidak turun. Karena memang banjir yang terjadi secara umum disebabkan hujan secara terus menerus. 

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalbar TTA Nyarong mengungkapkan, ada empat kabupaten yang sudah terdampak bencana banjir yakni Kabupaten Landak, Kapuas Hulu, Mempawah dan Kubu Raya. 

Kondisi yang cukup parah menurutnya terjadi di Kabupaten Landak dan Kapuas Hulu. Untuk di Landak, banjir bandang terjadi sejak 5 Desember lalu. Dari laporan yang didapat BPBD Kalbar terhadap perkembangan air di Kabupaten Landak pada 6 Desember lalu, air Sungai Landak sudah masuk ke jalan raya. Selain banjir di kawasan tersebut juga terjadi longsor. 

Ada tiga kecamatan yang terdampak di Kabupaten Landak yakni Kuala Behe, Menyuke dan Ngabang. Untuk di Kecamatan Kuala Behe sedikitnya ada enam desa yang terdampak. Dengan jumlah total kepala keluarga yang terdampak sebanyak 417. Lalu di Kecamatan Menyuke ada 10 desa dan empat ribuan jiwa yang terdampak. 

Bahkan di Kecamatan Ngabang, pada 6 Desember lalu, sebagian warga terpaksa harus mengungsi.  Jumlahnya mencapai 8 kepala keluarga atau 21 jiwa.   

Nyarong menambahkan, yang terbaru, pihaknya juga mendapat laporan bencana banjir di Kabupaten Kapuas Hulu. Dari data yang diberikan Senin (10/12) lalu, ada tujuh kecamatan yang terdampak banjir di kabupaten paling timur Kalbar itu. Banjir terjadi akibat curah hujan yang cukup tinggi sehingga menyebabkan meluapnya air sungai. 

Pihak BPBD setempat dikatakan sudah melakukan monitoring daerah yang sangat rawan banjir. Tidak ada korban jiwa akibat terjadinya banjir di sana. Kondisi air pada saat ini sudah ada tanda tanda mulai berkurang yakni di Kecamatan Putussibau Utara dan Selatan. "Sedangkan kecamatan yang lain kondisi air masih belum ada tanda-tanda surut," pungkasnya. 

Terpisah, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kalbar Yuline Marhaeni memastikan bantuan persediaan (baper) stok beras untuk bencana alam di tiap daerah masih mencukupi. "Di masing-masing kabupaten kami memiliki baper stok beras, jadi seluruh kabupaten/kota itu dari provinsi kami sudah drop," katanya, Rabu (12/12).  

Jika berjalannya waktu daerah-daerah tersebut mengalami kekurangan, tinggal menyurati Dinsos kalbar untuk kemudian mendapat distribusi tambahan. "Khusus untuk beras (saja). Untuk yang lain baper stoknya masih kosong, karena belum didrop dari Kemensos," terangnya. 

Menurutnya  daerah yang perlu diwaspadai terjadinya banjir yang cukup parah memang di Kabupaten Landak, Sanggau dan Kapuas Hulu. Untuk di Landak dipastikan masih aman terkait stok berasnya. 

"Kami koordinasi (terus) dengan daerah. Kemarin saat banjir (di Landak) kami berkoordinasi dengan Kadis di sana, bagaimana stok pangan, khususnya beras, katanya masih ada. Tapi nanti jika kekurangan mereka tinggal menyampaikan ke kami, kami akan drop ke sana," tutupnya. (bar)

Berita Terkait