Emparadio Gawai Pesta Panen, Libatkan 100 Penari

Emparadio Gawai Pesta Panen, Libatkan 100 Penari

  Selasa, 31 May 2016 09:30
PESTA PANEN: Anak-anak peserta gawai adat Pesta Panen Sekedesaan Melobok, Kecamatan Meliau saat diabadikan bersama Wakil Bupati Sanggau, Yohanes Ontot.SUGENG/PONTIANAK POST

Berita Terkait

Penutupan Emparadio Gawai Pesta Panen Sekedesaan Melobok, Kecamatan Meliau berjalan meriah. Kegiatan diawali dengan sambutan tarian oleh Sanggar Tari Desa Melobok yang melibatkan sebanyak 100 penari. Cuaca panas menemani acara yang dimulai pukul 14.00 tersebut.
 
SUGENG ROHADI, Melobok

 
Cuaca panas dan menyengat tidak mengurangi antusiasme warga untuk menghadiri dan menyaksikan acara yang dihadiri langsung Wakil Bupati Sanggau, Paolus Hadi dan Ketua GOW Kabupaten Sanggau, Yohana Kusbariah beserta rombongan.
 
Koordinator Emparadio, Sudarsono Agung menyampaikan kegiatan yang dilaksanakan dua hari ini dilaksanakan dengan cukup baik. Ini merupakan kesepakatan masyarakat dikarenakan panen padi telah dilaksanakan pada bulan April lalu.
 
“Ini merupakan syukur dan terima kasih kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atas berhasilnya panen padi pada tahun ini,” ujarnya.
 
Pengukuhan Sanggar Bane’ Ama turut dirangkai dengan penutupan emparadio pertama kali dihadiri oleh Wakil Bupati Sanggau dan mengucapkan terima kasih atas kehadirannya.
 
Ketua DAD Kecamatan Meliau, Tang menyampaikan bahwa DAD Kec Meliau telah melaksanakan sejumlah persiapan. Atas keberhasilan gawai dayak yang ada di kedesaan melobok tanpa halangan DAD mengucapkan terima kasih, dan terpenting terima kasih dengan tidak adanya kegiatan perjudian, identitas orang dayak harus dipertahankan.
 
Apresiasi yang tinggi pun diberikan kepada panitia penyelenggara sehingga kegiatan ini dapat berjalan dengan baik. Ini merupakan identitas dan wajib dijaga dan dipelihara dengan baik, untuk itu budaya patut dijaga dan patuhi dengan baik.
 
“Kita wajib menghargai siapapun dia, bagaimanapun dia. Meningkatnya kemajuan zaman dan teknologi membuat perubahan khususnya dayak di Kecamatan Meliau diantaranya manjemen dan salam dayak, tujuan gawai ini juga guna memperkenalkan suku dayak taba yang kurang dikenal oleh masyarakat, yang belum tersentuh bertahun-tahun sebelumnya,” jelasnya.
 
Yohanes Ontot mengapresiasi kegiatan tersebut. Tujuan adanya gawai adalah ucapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa namum jangan sampai dengan gawai jadi miskin. Dia juga mengapresiasi atas pelestarian budaya adat sehingga sampai sekarang dapat masih terlihat asal jangan lagi bercampur dengan budaya luar, seperti musik yang tidak jelas.
 
“Apalagi dan ditambah lagi dengan narkoba yang justru melunturkan budaya itu sendiri didorong sanggau berbudaya dan beriman, mengembangkan budaya seperti nyanyi, gasing dan lainnya,  sehingga kita bisa hadir dalam kebudayaan,” katanya.
 
Jika ada persoalan masyarakat para tumenggung yang menyelesaikan dan bukan diluar itu, dan pada tahun ini semoga kegiatan proyek dapat berjalan dengan baik, dan kades wajib melestarikan kebudayaan. (*)
 

 

Berita Terkait