Eks Gafatar Tinggalkan Sambas, 97 Jiwa Dievakuasi

Eks Gafatar Tinggalkan Sambas, 97 Jiwa Dievakuasi

  Minggu, 24 January 2016 07:36
arahan Bupati Sambas dan Kapolres Sambas kepada eks Gafatar yang tersebar di enam desa di Kecamatan Sambas, di Aula Mapolres Sambas, kemarin. HARI KURNIATHAMA/PONTIANAK POST///

Berita Terkait

SAMBAS – Kembali, Polres Sambas mengevakuasi 93 orang atau 27 kepala keluarga (KK) eks Gafatar yang tersebar di enam desa di Kecamatan Sambas. Mereka dievakuasi menuju Kota Pontianak, Sabtu (23/1) kemarin.

Kapolres Sambas AKBP Sunario mengatakan bahwa evakuasi di pusat Kota Sambas itu dilakukan terpisah lantaran mereka menyebar. "Proses evakuasi mulai dilakukan dari pukul 18.30 hingga pukul 20.00 di Barak Dalmas Polres Sambas, dan evakuasi ke Pontianak subuh atau pukul 10.00 pagi," kata Kapolres.

Dalam arahannya Kapolres menjelaskan bahwa Gafatar adalah organisasi terlarang. Maka untuk keselamatan dan keamanan, mereka pun melakukan evakuasi. Terlebih, Kapolres menegaskan jika organisasi ini sejak 2012 sudah dilarang pemerintah. "Sekembalinya di kampung halaman, telitilah dalam mengikuti organisasi. Kasihan keluarga Kalian, banyak yang melaporkan orang hilang, dan sangat banyak yang tidak mengetahui keberadaan keluarganya, jadi telitilah," imbaunya.

Sementara itu, Bupati Sambas Juliarti Djuhardi Alwi juga menegaskan bahwa ideologi negara Indonesia adalah Pancasila, dan mengakui adanya enam agama. Eks Gafatar diingatkan dia harus memahaminya. Sedangkan Gafatar, ditegaskan Bupati, adalah organisasi yang dilarang pemerintah serta berupaya menyatukan tiga agama sebagai ajaran mereka. Bahkan, yang begitu disesalkan dia, anak-anak mereka pun dilarang bersekolah. "Maka dari itu, kita ini harus bisa memberikan manfaat kepada orang, caranya tidak lagi bergabung ke Gafatar," pesannya. 

Kenapa dilakukan evakuasi? Diungkapkan Bupati karena pemerintah khawatir dan tindak menginginkan mereka kemudian menjadi korban kemarahan masyarakat. Kemarahan itu sendiri, menurut Bupati, bukan karena programnya, tapi pelecehan agama. "Kalian sudah memiliki KTP dan KK Kabupaten Sambas, kami sayang Kalian, namun ini perintah agar Kalian semua harus dipulanglan ke kampung halaman. Hanya pesan saya, sekolahkan anak-anak setinggi-tingginya, jangan ikuti Gafatar yang tidak ingin anak-anak kita tidak berpendidikan," imbaunya.

Agus Rianto, eks Gafatar, di hadapan Bupati dan Kapolres mengatakan pihaknya datang ke Kabupaten Sambas murni ingin bekerja. Bahkan dipastikan dia jika kedatangan mereka tidak difasilitasi Gafatar. "Kami sudah tobat, kami datang sendiri, hanya kebetulan saja saya mantan anggota Gafatar. Niat kami ini benar-benar murni ingin bekerja, dan berharap ingin menjadi warga Kabupaten Sambas," ungkapnya.

Dia beralasan mengapa anak-anak mereka belum bersekolah. Pasalnya mereka belum memiliki KTP. Namun, dia menambahkan, saat ini pihaknya telah memiliki KTP maupun KK untuk mendaftarkan anak-anak mereka ke sekolah. “Jadi kami masih berharap bisa kembali lagi ke Kabupaten Sambas. Saat ini kami bingung, tanah di kampung sudah dijual, dananya kami modalkan usaha di Kabupaten Sambas, namun belum kembali modal. Justru kami diharuskan pulang kampung. Jadi kami sangat bingung, apalagi barang-barang kami masih banyak di Sambas," pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Lorong, Kecamatan Sambas, Sukri, memastikan jika evakuasi dari rumah para pendatang tersebut ke Mapolres berlangsung aman. Meski sempat menjadi perhatian warga, dia memastikan jika evakuasi berjalan lancar. 

Sukri mengungkapkan bahwa warga pendatang tersebut selama ini bekerja. Mereka ada yang berjualan mi hingga membuka pangkas rambut. Para eks Gafatar ini, menurut dia, berasal dari daerah seperti Jakarta, Bogor, Tegal, Bekasi, dan wilayah lainnya di Jawa. "Semuanya akan dievakuasi ke Pontianak," katanya. (har)

 

 

Sebaran eks Gafatar di Kota Sambas:

 

No    Nama Desa               Jumlah KK         Jumlah Jiwa

1       Desa Lumbang               4                          15

2       Desa Lorong                   9                          28

3       Desa Rambi                    5                          15

4       Desa Tumok                   3                          11

5       Desa Kartiasa                 6                          20

6       Desa Sungai Pinang       1                            4 

 

 

 

 

Berita Terkait