Eko Rebut Dua Perunggu

Eko Rebut Dua Perunggu

  Minggu, 21 April 2019 09:00
FOTO : Eko Yuli Irawan

Berita Terkait

NINGBO – Kekhawatiran atas kondisi Eko Yuli Irawan yang belum fit saat terjun di Asian Weightlifting Championship atau Kejuaraan Asia 2019 terbukti. Dalam event yang diselenggarakan di Ningbo Youngor Gymnasium, Ningbo, Tiongkok, kemarin, Eko meraih dua perunggu. 

Lifter kelas 61 kg itu mencatatkan angkatan angkatan snatch 133 kg dan clean and jerk 166 kg. Total angkatan dia 299 kg. Dua perunggu itu didapatnya dari clean and jerk dan total angkatan. Ketika dihubungi Jawa Pos, Eko menyatakan belum puas. ''Tentu ini kurang maksimal. Tapi tetap disyukuri saja bagaimana pun hasilnya,'' jelas lifter 29 tahun tersebut. ''Tidak ada masalah. Hanya saja persiapannya kan memang belum 100 persen,'' imbuhnya. 

Salah satu yang membuat Eko tidak terlalu terpukul, dia berhasil memenuhi target pribadinya. Yakni memperbaiki catatan angkatan yang dia dapat dalam World Cup 2019 di Fuzhou, Tiongkok, Februari lalu. Kala itu, dia membukukan total angkatan 297 kg. Setidaknya kali ini naik 2 kg. ''Untuk ke depan, tentu saja ingin lebih baik lagi,'' harapnya. 

Pelatih pelatnas angkat besi Indonesia Dirja Wiharja juga tidak mempermasalahkan hasil yang didapat Eko. Posisi Eko di klasemen kualifikasi Olimpiade Tokyo 2020 masih aman. ''Tapi kalau mau menaikkan poin dan bertahan di klasemen kualifikasi, harus bisa tetap di top 3. Masih ada kesempatan,'' kata Dirja. 

Selanjutnya Eko dijadwalkan terjun di IWF World Championship (Kejuaraan Dunia) 2019 dan SEA Games 2019. Keduanya punya poin tinggi, karena berkategori gold dan silver. ''Saya akan fokus untuk bisa meraih hasil maksimal di situ,'' janjinya.

Seperti yang diprediksi, para lifter tuan rumah tampil mendominasi Kejuaraan Asia. Pesaing baru Eko, Li Fabin, menyapu bersih tiga emas di kelas 61 kg. Lifter 26 tahun itu memang menjadi sosok yang harus diwaspadai Eko di masa depan. 

Li adalah peraih perak Kejuaraan Dunia 2018 di Ashgabat, Turkmenistan, November silam. Juga peraih emas angkatan snatch dalam World Cup 2019 di Fuzhou, Februari lalu. Sementara itu, pesaing Eko yang lain seperti Thach Kim Tuan (Vietnam) dan Itokazu Yoichi (Jepang) mencatat hasil di bawah Eko. (gil/na) 

 

Berita Terkait