Dulang Suara Terbanyak di Kubu Raya, Sukiryanto Salip Amri Kalam

Dulang Suara Terbanyak di Kubu Raya, Sukiryanto Salip Amri Kalam

  Minggu, 12 May 2019 09:00

Berita Terkait

PONTIANAK – Peta persaingan untuk meraih kursi senator sudah final. Berdasarkan rapat pleno rekapitulasi perolehan dan penghitungan suara tingkat Provinsi Kalbar, ada empat senator yang terpilih yaitu Maria Goretti, Christiandy Sanjaya, Erlinawati dan Sukiryanto. Amri Kalam yang sebelumnya diprediksi terpilih ternyata berhasil digusur oleh Sukiryanto di menit-menit akhir.

Sukiryanto menyalip Amri Kalam karena mengumpulkan banyak suara di Kubu Raya. Rekapitulasi perolehan suara di Kubu Raya ini adalah yang terakhir masuk saat rekapitulasi di tingkat provinsi. 

Di Kubu Raya, Sukiryanto mendulang sebanyak 81.271 suara. Pada daerah yang sama, Amri Kalam hanya mengumpulkan 17.711 suara. Sementara dari rekapitulasi tingkat provinsi, Sukiryanto memperoleh total 220.937 suara, sedangkan Amri Kalam 208.828 suara. Selisihnya mencapai 12.109 suara. 

Dengan demikian, dari keempat senator terpilih, hanya Maria Goretti yang merupakan muka lama. Maria Goretti mencetak sejarah dengan menjadi anggota DPD empat periode berturut-turut. Sementara tiga lainnya adalah wajah baru yakni Christiandy, Erlinawati dan Sukiryanto. 

Nama-nama baru tersebut menggeser tiga senator Kalbar periode 2014-2019 yakni Osman Sapta Odang, Abdul Rahmi, dan Rubaeti Erlita. Seperti diketahui, Osman Sapta tidak maju kembali karena namanya dicoret KPU lantaran rangkap jabatan sebagai Ketua Umum Partai Hanura. 

Nama Christiandy Sanjaya sudah tidak asing bagi warga Kalbar. Ia pernah menjabat sebagai wakil gubernur selama dua periode. Kala itu, dia bersanding dengan Gubernur Cornelis. Perolehan suara Christiandy adalah yang paling tinggi di antara calon lainnya. Ia meraih total 406.304 suara di seluruh kabupaten/kota. Suara kedua tertinggi diperoleh Maria Goretti. 

Wanita yang mampu bertahan hingga empat periode sebagai senator ini sukses mengumpulkan 287.341 suara. Suara tertinggi ketiga diperoleh Erlinawati. Sosok baru di dunia senator. Istri Bupati Kapuas Hulu Abang Muhammad Nasir ini mengumpulkan 259.058 suara. Sedangkan perolehan suara Amri Kalam ada di posisi keempat. 

Christiandy Sanjaya saat dihubungi Pontianak Post menyampaikan terima kasih atas dukungan yang diberikan masyarakat kepadanya. “Terimakasih kepada semua yang telah mendukung. Mohon terus didukung supaya bisa melaksanakan tugas dengan baik,” katanya, Sabtu (12/5) malam. 

Christiandy memiliki pengalaman di pemerintahan selama 10 tahun. Dia memutuskan untuk maju karena ingin memperjuangkan anggaran untuk Kalbar. “Saat zaman kami (Wakil Gubernur,red), hanya menembus anggaran Rp5 triliun saja. Anggaran itu kurang untuk Kalbar yang sangat luas. Lihat DKI yang kecil tapi anggarannya Rp70 triliun,” ujarnya. 

Dengan duduk di kursi senator, ia berharap bisa bergandeng bahu bersama wakil rakyat asal Kalbar lainnya (DPD dan DPR-RI) memperjuangkan anggaran demi pembangunan Kalbar. 

”Anggaran untuk membangun Kalbar itu agak minim, sehingga visi misi saya mengajak stakeholder bersama-sama membangun Kalbar. Anggaran itu bisa didapatkan dari APBN untuk pembangunan Kalbar,” imbuhnya. 

Pengamat kebijakan dan politik dari Universitas Tanjungpura, Erdi Abidin mengatakan meski DPD kebanyakan diisi nama baru, namun figur-figur tersebut dinilai sudah matang di dunia pemerintahan. Ada Cristiandy Sanjaya yang merupakan Wakil Gubernur Kalbar dua periode. Kemudian Erlinawati adalah Ketua Tim Penggerak PKK yang merupakan istri dari Bupati Kapuas Hulu A. M. Nasir dua periode. 

“Hanya Sukiryanto saja yang benar-benar pemain baru dalam dunia politik dan pemerintahan,” katanya. Meski demikian, dunia bisnis yang selama ini digeluti Sukiryanto juga dinilai terhubung dengan program pemerintah yaitu bidang perumahan. 

Bagi Erdi, wajah lama dan wajah baru bukanlah penentu kinerja DPD. Kinerja senator lebih ditentukan oleh faktor tugas pokok dan fungsi DPD yang terkait dengan konsentrasi karier, bidang keahlian, keseriusan, komitmen dan pemanfaatan jaringan serta kewenangan DPD itu sendiri. 

Menurutnya, kinerja DPD Kalbar adalah akumulasi dari keempat anggotanya dalam memetakan persoalan daerah sesuai dengan kewenangan DPD. Secara personal, ia meyakini untuk dua kandidat, Maria Goreti dan Erlinawati dapat lebih fokus pada urusan pembangunan dan kesetaraan gender.

Sementara Christiandy dapat fokus dalam upaya menjembatani posisi tawar Kalbar di mata pusat yang masih lemah. Terakhir, Sukiryanto cukup konsen dalam urusan pembangunan rumah murah untuk masyarakat miskin. “Dengan membagi fokus bidang kerja, saya harus yakin bahwa keempat anggota DPD ini akan berkinerja bagus dan saling melengkapi,” ujar Erdi. 

Di tempat lain, Komisi Pemilihan Umum Kalbar sudah menyelesaikan rapat pleno rekapitulasi suara pemilu. Rapat pleno tuntas digelar, Sabtu (11/5) dini hari. “Terakhir kami gelar pleno untuk Kubu Raya. Setelah tuntas, pagi harinya berlanjut ke proses pemberkasan administrasi hingga penyerahan berkas ke peserta pemilu,” kata Ketua KPU Kalbar, Ramdan. 

Sesuai jadwal, pleno tingkat provinsi digelar pada 7-11 Mei 2019. Setelah tuntas di tingkat provinsi, rapat pleno rekapitulasi suara pemilu akan berlanjut ke tingkat nasional.  “Kami harus menyiapkan berkasnya dan dibawa ke tingkat nasional yang mana pleno digelar hingga tanggal 22 Mei 2019. Kami pun sudah sudah berkoordinasi dengan KPU RI,” katanya. (mse)

Berita Terkait