Dubber Kesayangan Kite

Dubber Kesayangan Kite

  Jumat, 8 March 2019 08:53

Berita Terkait

Well, @anningmu menjadi salah satu akun Instagram asal Kalimantan Barat yang konsisten berkarya dengan funny voice-over video. Lelaki bernama asli Andri Novrianto ini mampu membuatmu tertawa dengan logat Melayu kentalnya di tiap video yang dia dubbing. That’s why, Tim Z pengin kenal @anningmu lebih jauh lewat Q&A bersamanya. Simak aja, yuk! (ind)

Kenapa tertarik bikin video dubbing? Ada keinginan untuk mencoba media lain untuk berkarya nggak?

@anningmu:

Sebenarnya ingin mengombinasikan media sosial dengan bahasa daerah karena seru melihat artis bisa menggunakan bahasa daerah dengan jokes. Tapi konten jokes ini tetap harus menjaga kesopanan yang nggak mengandung unsur sara dan politik agar penikmat dubbing juga teredukasi. Kebanyakan followers @anningmu usianya 15-25 tahun, sehingga harus menyesuaikan tema dubbing. Aku pernah mencoba video vlog kemarin menjelang Cap Go Meh Singkawang 2019 juga berkolaborasi dengan teman dari film maker. Kami membuat vlog singkat untuk promo even CAP MEH. Alhamdulillah, kemarin juga diajak join film layar lebar lokal Sukep the Movie, ditunggu aja tayangnya.

Insipirasi  untuk materi dubbing videonya dapat dari mana? Apakah dari pengalaman hidup atau ada hal lain?

@anningmu:

Inspirasi dapatnya dari keadaan sekitar tentang isu-isu yang lagi tren di kalangan remaja. Isu tersebut aku kombinasikan penyampaiannya dengan bahasa Melayu Singkawang yang logatnya cepat dan disesuaikan juga dengan videonya. Ide untuk konten nih spontan aja, nggak ada konsep tertulis gitu. Biasanya aku nyari topik bahasan yang bisa jadi bahan edukasi, kritikan atau sindiran dengan cara penyampaian yang lucu. Kadang materi kontennya juga aku olah dari pengalaman pribadi. Jadi sekalian curhat colongan.

Tujuan awal bikin funny voice-over video nih karena apa?

@anningmu:

Dulu tuh sebenarnya cuma iseng aja bikin dubbing video. Ternyata keisenganku malah jadi kebiasaan dan dapat respon positif. Ada juga negatifnya sih, tapi syukurnya saat ini udah ada sekitar 300-an video dubbing yang aku buat dengan menggunakan bahasa Melayu. Sebagai generasi muda, aku ngerasa penting banget untuk tetap menjaga bahasa daerah, apalagi kalo dikombinasikan dengan teknologi agar budaya dan bahasa daerah tetap eksis. Generasi muda yang menjaga budaya nih termasuk generasi yang kaya dan nggak akan kehilangan entitas budayanya. 

Hal apa yang udah didapatkan karena dubbing video?

@anningmu:

Alhamdulillah, aku mendapatkan kepuasan karena bisa menghibur banyak orang dengan bahasa Melayu. Kombinasi teknologi dengan budaya lokal nih bisa jadi target pasar untuk generasi muda berkarya apapun itu. Selagi baik, jangan ditunda. Jangan pedulikan orang-orang yang nyinyir di belakang kita. Cukup jujur agar orang lain percaya dengan kita. Suke laloo lah. 

Kebanyakan funny voice-over video kan bukan video sendiri alias milik orang lain. Pernah kena masalah hak cipta atau berurusan dengan pihak terkait nggak? Kalau iya, bagaimana cara mengatasinya? Kalau nggak, apa yang bakal dilakuin seandainya berada di posisi seperti itu?

@anningmu:

Aku pernah diseranah oleh orang yang punya video. Rasanya ya takut juga, tapi aku langsung koordinasi dengan yang bersangkutan. Syukurnya, si pemilik video juga kooperatif jadi nggak ada masalah lagi. yang penting selalu mencantumkan sumber video. Kalo bisa untuk dubbing, selalu usahakan menjaga tata krama dan jangan ada kalimat sara dan politik agar kontennya ramah anak. 

Berita Terkait