Duafa dan Mualaf Terima Santunan dari Apersi Kalbar

Duafa dan Mualaf Terima Santunan dari Apersi Kalbar

  Selasa, 12 June 2018 10:00
SANTUNAN DAN FOTO BERSAMA: Sejumlah santri di pondok tahfidz Mahyajatul Qurra saat menerima santunan dari Apersi Kalbar bekerjasama dengan Pontianak Post. | SITI / PONTIANAKPOST

Berita Terkait

PONTIANAK - Asosiasi Pengembang Perumahan dan Pemukiman Seluruh Indonesia (Apersi) Kalimantan Barat (Kalbar) bekerjasama dengan Pontianak Post menyerahkan bantuan paket lebaran untuk pondok tahfidz, duafa, dan mualaf, pada Minggu (10/6). Pembagian bantuan itu dilakukan di dua titik, yaitu di Pondok Tahfidz Mahyajatul Qurra, dan Cafe In My Mind.

Lokasi pertama yang dikunjungi adalah rumah tahfidz Mahyajatul Qurra yang berlokasi di Jalan Ujung Pandang 2 Gg Pesantren. Bantuan uang diberikan itu berupa sembako serta santunan yang diberikan kepada para santri maupun pihak pengelola pondok tahfidz.

“Ini merupakan satu nikmat Allah yang patut disyukuri. Pertemuan ini adalah wasilah terjalinnya silaturahmi antara Apersi Kalbar dan kami tentunya. Silaturahmi ini kami anggap sebagai bentuk dukungan kepada pondok pesantren kami,” ungkap Pengasuh pondok Tahfidz, Mahyajatul Qurra, Abdul Wahab.

Duafa dan mualaf berfoto bersama dengan Apersi Kalbar dan Manajemen Pontianak Post di Cafe In My Mind

Dengan adanya bantuan ini, kata Abdul, setidaknya menambah persediaan kebutuhan makan sehari-hari  bagi pengelola maupun 65 santri lainnya. Apalagi pondok tahfidz ini didirikan secara mandiri sekira satu tahun yang lalu. “Santri di sini cukup membayar uang untuk makanan sehari-hari saja,” pungkasnya.

Di lokasi kedua, yakni Café In My Mind Jalan Parit Haji Husin 2, digelar buka puasa bersama dengan para mualaf dan kaum duafa sekaligus pembagian bingkisan dan santunan. Ada sekitar 30 orang lebih yang tergabung dalam pengajian mualaf yang berlokasi di Perumnas Empat, Pontianak Timur.

Salah satu penerima santunan itu adalah Erni. Dia mengaku bersyukur mendapatkan bantuan tersebut, mengingat kebutuhan jelang lebaran juga tidak sedikit. Untuk menghidupi kehidupan sehari-hari dia bekerja sebagai ojek, atau biasa bantu orang-orang untuk mengantar barang atau orang.

Erni menceritakan anggota pengajian mualaf rata-rata termasuk kategori ekonomi rendah. Bahkan ada yang sudah berstatus janda, sehingga terpaksa kerja serabutan. Anggota pengajian itu kata Erni bukan hanya terdiri dari mualaf tapi juga kaum duafa. Erni sendiri sebenarnya bukan mualaf, namun dia bergabung dalam pengajian tersebut untuk mendapatkan manfaat. “Semoga paket yang didberikan ini menjadi amal jariyah bagi yang memberikan,” harapnya.

Sementara itu, Ketua Apersi Kalbar, Khairiana menyebut kegiatan sosial yang dilakuakan oleh Apersi Kalbar merupakan bentuk kepedulian terhadap sesama. Terlebih momen Ramadan menjadi waktu yang tepat untuk beramal kebaikan sebanyak-banyaknya. Dia pun mengaku bersyukur dapat berbagi. “Berbagi adalah cara kami untuk bersyukur. Semoga apa yang kami berikan itu bermanfaat bagi yang menerima,” ungkapnya.

Kegiatan sosial seperti ini pun, tambahnya, akan menjadi ageda rutin Apersi Kalbar tidak hanya di bulan Ramadan, namun juga untuk momen-momen lainnya. Dia pun berharap ke depannya Apersi Kalbar dapat memberikan bantuan yang lebih dari saat ini. (sti)

Berita Terkait