Dua Warkop Terjaring Razia Gas Melon

Dua Warkop Terjaring Razia Gas Melon

  Rabu, 16 January 2019 10:20
RAZIA ELPIJI: Petugas Satpol PP menyita tabung elpiji ukuran 3 kilogram dari beberapa warung kopi di sekitar Jalan Merdeka Barat, kemarin. SIGIT/PONTIANAKPOST

Berita Terkait

Luas Lahan Usaha Ikut Jadi Pertimbangan

PONTIANAK - Satpol PP Kota Pontianak kembali melakukan upaya penertiban pelaku usaha menengah ke atas yang masih menggunakan LPG ukuran 3 kilogram, Selasa (15/1) sore. Pada razia kali ini, petugas kembali mendapati pengusaha yang masih bandel menggunakan gas bersubsidi ini untuk kegiatannya sehari-hari.

Kepala Satpol PP Kota Pontianak, Syarifah Adriana mengatakan setelah merazia restoran-restoran dan rumah makan beberapa waktu lalu, kini pihaknya membidik cafe atau warung kopi. 

Dari hasil operasi ini, total ada sembilan tabung yang berhasil didapatkan dari dua warung kopi dengan omzet di atas Rp800 ribu rupiah per hari. Selain itu,  ada pula tabung gas melon yang disita dari sebuah rumah makan di Jalan Merdeka Barat.

"Hari ini ada sembilan tabung yang berhasil didapat dari hasil operasi. Sebenarnya ada 11. Namun yang 2 masih dipakai dan dari yang ditertibkan juga berjanji akan mengantar tabung tersebut nantinya ke kantor Satpol PP," jelasnya usai razia.

Dia juga menyebutkan, berkurangnya jumlah hasil sitaan setiap razia merupakan wujud kesuksesan dari operasi yang telah dilakukan sebelumnya. Masyarakat sekarang dinilai sudah memahami dan menyadari aturan yang berlaku, bahwa gas melon hanya diperuntukkan bagi masyarakat miskin. 

"Makin sedikitnya jumlah yang kita dapat itu bukti kalau razia yang kita lakukan itu berhasil mengubah perilaku masyarakat. Mereka sudah pasti jera, dan sudah tahu aturan sehingga tak mau melanggar," tambahnya.

 Pada saat razia, petugas Satpol PP juga menemukan adanya pelaku usaha yang menolak untuk dirazia lantaran mengaku usaha yang dimilikinya merupakan usaha mikro dan memiliki omzet di bawah Rp800 ribu rupiah per hari, dan di bawah Rp300 juta per tahun.

Menanggapi hal ini, Adriana mengatakan razia yang dilakukan tak hanya melihat dari sisi pendapatan namun juga luas lahan yang digunakan untuk usaha. Kalau lahan yang dipakai besar, dan pelaku kedapatan masih menggunakan gas melon, juga akan tetap ditertibkan.

"Jadi, meski income tak sampai 800 ribu rupiah per hari dan di bawah 300 juta rupiah per tahun, tapi kalau lahan usahanya besar dan ketahuan pakai gas melon, kita juga tertibkan," tegasnya.

Kasat Pol PP juga mengimbau kepada pelaku usaha-usaha yang masih menggunakan LPG 3 kilogram, untuk segera menukarkannya di kantor Satpol PP sebelum ditertibkan secara paksa. Hal tersebut dikatakannya karena sesuai peraturan yang berlaku, gas melon itu hanya boleh digunakan untuk golongan kurang mampu. Jangan sampai disalahgunakan oleh oknum-oknum tertentu untuk meraup keuntungan besar.(sig)

 

Berita Terkait