Dua Petugas KPPS Landak Meninggal Dunia

Dua Petugas KPPS Landak Meninggal Dunia

  Minggu, 5 May 2019 08:35
WAFAT: Keluarga dan Kapolres Landak beserta personelnya mengantarkan jenazah Ay Amsyah (66) ke peristirahatan terakhir di TPU Dusun Kelampai, Desa Hilir Tengah, Kecamatan Ngabang, Sabtu (4/5).

Berita Terkait

Duka Pemilu 2019

NGABANG – Sayup-sayup kalimat tahlil menggiring jenazah Ay Amsyah (66), ke pemakaman Dusun Kelampai, Desa Hilir Tengah, Kecamatan Ngabang, Sabtu (4/5) pagi. Sekitar pukul 10.00 WIB keluarga bertolak dari rumah duka di Jalan Pulau Bendu Gang Rukun. 

Di waktu yang sama, keluarga almarhum Idrus di Dusun Munggu, mendapat kabar bahwa pria berusia 54 tahun itu wafat di RSUD Soedarso Pontianak setelah dirawat selama dua hari.

Ay Amsyah dan Idrus adalah petugas penyelenggara pemilu di Landak yang meninggal dunia pasca pemilihan umum (Pemilu) 2019. Ay Amsyah (66) merupakan KPPS TPS 11 Dusun Pulau Bendu, Desa Hilir Tengah, Kecamatan Ngabang. Sedangkan Idrus (54) menjadi petugas di TPS 07 Dusun Munggu, Desa Munggu, Kecamatan Ngabang.

Ay Amsyah meninggalkan istri dan empat anak serta enam cucu. Pihak keluarga menyebutkan, sebelumnya Ay tak pernah mengeluh sakit karena fisiknya terbilang kuat. “Ndak pernah ada keluhan sakit. Makanya saat ditunjuk jadi ketua PPS, bertugaslah dia karena diamanahkan,” terang Arifin (43), adik ipar almarhum.

Ia menceritakan, kondisi kesehatan almarhum melemah usai bekerja lembur selama beberapa hari pasca pemungutan suara, Rabu 17 April lalu. “Beliau sempat demam beberapa hari. Muntah terus karena kurang darah,” katanya yang bekerja di RSUD Landak ini.

Sampai akhirnya pada Jumat (3/5) pagi, sekitar pukul 08.00 WIB, ketika sedang ingin membuang ludah, mendiang jatuh di dekat jendela. Seketika itu Ay pingsan. Ia langsung dibawa ke RSUD Landak. Sesampainya di rumah sakit, ia langsung mendapat perawatan berupa alat bantu pernapasan. 

“Beliau sempat sadar dan ngobrol dengan anak-anaknya. Sampai pukul 4 sore beliau masih dalam kondisi baik. Tenang karena sudah dikasih obat,” katanya.

Almarhum mengeluhkan sakit di dadanya. “Dokter bilang ini kelelahan, karena gejala jantung juga,” kata Arifin. Setelah itu, Ay sempat masuk ke ruang ICU selama beberapa jam. Namun, ajal sudah menghampirinya saat azan maghrib hendak berkumandang. 

“Sekitar pukul 5 sore beliau drop. Kena serangan lagi. Sesak nafas, lalu dipasang alat pemacu jantung, tapi nyawanya udah ndak tertolong lagi,” katanya.

Di lokasi berbeda, Idrus (54) warga Dusun Munggu, Desa Munggu wafat sekitar pukul 10.00 WIB, setelah dirawat di RSUD Soedarso Pontianak. Mendiang meninggalkan istri dan tiga anak, beserta enam cucu.

Tokoh masyarakat setempat, Mulyadi, mengatakan almarhum sudah demam beberapa kali sejak pemungutan suara. Oleh keluarga, Idrus lalu dibawa ke RSUD Landak, Kamis (2/5) lalu. “Tapi tidak ada perkembangan. Almarhum lalu dirujuk ke RSUD Soedarso, Jumat (3/5),” katanya.

Di Pontianak, Idrus lalu mendapatkan perawatan di ICU sampai akhirnya nyawanya dijemput Sang Pencipta, Sabtu (4/5) lalu. “Keluarga cerita, kalau dokter bilangnya kelelahan. Sehari-hari almarhum nampak sehat karena bekerja sebagai petani,” terang Kades Munggu ini.

Terpisah, Ketua KPU Landak, Herkulanus Yacobus menyampaikan, setelah menerima laporan, pihaknya langsung melaporkan kejadian tersebut ke KPU Provinsi. "Nama-namanya sudah kami sampaikan ke KPU Provinsi. Ini sesuai dengan arahan KPU RI untuk mendata petugas penyelenggara KPPS, PPS dan PPK yang sakit atau bahkan meninggal," ujarnya ditemui di sela-sela rapat Pleno Rekapitulasi Penghitungan Suara Tingkat Kabupaten di DPRD Landak, Sabtu (4/5) siang.

Mewakili seluruh jajaran petugas di KPU Landak, ia pun menyampaikan ucapan belangsungkawa atas meninggalnya kedua petugas penyelenggara pemilu tersebut. Baginya, para petugas ini telah menjalankan tugasnya dengan dedikasi tinggi. "Mereka kelelahan menjalankan tugas hingga meninggal dunia. Ini merupakan pengorbanan yang luar biasa," ungkapnya.

Sementara itu, Kapolres Landak, AKBP Bowo ikut melayat dan menyampaikan turut berduka cita atas wafatnya pahlawan demokrasi. Ia dan sejumlah anggota pun ikut memikul jenazah dari rumah duka menuju TPU Kelampai Hilir Tengah Ngabang. Iring-iringan jenazah dikawal mobil Patroli Satuan Lalu Lintas Polres Landak.

"Saya beserta staf dan jajaran Kepolisian Resor Landak turut berbelasungkawa sedalam-dalamnya atas wafatnya bapak dan saudara kita Ay Amsyah, semoga almarhum amal ibadahnya diterima oleh Tuhan YME," ujar Bowo. (mif)

Berita Terkait