Dua Pengedar Narkoba Tewas

Dua Pengedar Narkoba Tewas

  Rabu, 11 July 2018 10:00
EKSPRESI: Seorang tersangka narkotika menunjukan ekspresi tak lazim di depan petugas polisi yang sedang mengawalnya dalam konferensi pers di Mapolda Kalbar, kemarin. Polda Kalbar bersama BNN Kalbar mengungkap 20 kilogram sabu dan ribuan butir ekstasi asal Malaysia. ARIEF NUGROHO/PONTIANAK POST

Berita Terkait

PONTIANAK – Sekira 20 kilogram sabu dan ribuan butir pil ekstasi serta happy five disita jajaran Kepolisian Daerah Kalimantan Barat dan Badan Narkotika Nasional Kalimantan Barat sejak April hingga Juni 2018. Selain barang bukti, sebanyak 23 tersangka diamankan. Dua diantaranya ditembak mati akibat melawan.

Kapolda Kalbar Irjen Pol Didi Haryono mengungkapkan, narkotika berasal dari Malaysia yang diamankan pada 10 tempat kejadian perkara. Diantaranya di Pontianak dan beberapa daerah lainnya.

Dari 10 TKP itu diantaranya, di sebuah rumah kosong Jalan Ujung Pandang, Sungai Jawi, Pontianak pada 10 April 2018. Di rumah kosong ini, Subdit I Dit Resnarkoba Polda Kalbar mengamankan narkotika jenis sabu seberat 2,06 kg dan 3.000 happy five. Hingga saat ini siapa pemilik barang haram itu masih diselidiki.

Pada 29 Mei 2018, tim gabungan Polres Bengkayang, Polsek Ledo dan Seluas berhasil mengamankan 2 kilogram sabu, 37 butir ekstasi, dan 1 unit senjata rakitan serta 3 butir amunisi. Polisi berhasil menangkap dua tersangka, satu diantaranya tewas ditembak karena berusaha melarikan diri.

Pada 2 Juni 2018, polisi kembali mengamankan satu kilogram sabu dalam penggerebekan di sebuah rumah di Jalan Tritura Gang Eka Sapta Laut, dan Gang Angket, Tanjung Hilir  Pontianak Timur. Polisi juga mengamankan enam tersangka, dua diantaranya wanita.

Di tanggal yang sama, polisi juga melakukan penggeledahan di sebuah rumah di Jalan Tritura Gang Eka Sapta Laut dengan mengamankan 89,4 gram dan seorang wanita.

Keesokan harinya, 3 Juni 2018, tim Subdit I Dit Resnarkoba Polda Kalbar bersama Avsec Bandara Supadio menangkap satu penumpang dan menemukan 10 bungkus narkotika jenis sabu dengan berat 946,3 gram.

Pada 8 Juni 2018, Subdit I Dit Resnarkoba kembali menangkap tiga tersangka dan mengamankan 469,60 gram sabu yang akan dikirim melalui jasa pengiriman barang di Jalan Extra Joss, Kubu Raya.

Berikutnya, pada 21 Juni 2018, Polsek Entikong berhasil mengamankan 3,05 kilogram sabu dan 2.000 butir ekstasi serta 1.000 keping happy five di PLBN Entikong Kabupaten Sanggau.

Pada 27 Juni 2018, polisi menangkap pengedar narkotika yang sedang melakukan transaksi di sebuah mini market di Jalan Panglima Aim, Pontianak Timur. Polisi berhasil mengamankan tiga orang tersangka, satu diantaranya ditembak mati karena berusaha melawan. Selain itu juga menyita 561,95 gram sabu.

Badan Narkotika Nasional Kalbar juga mengamankan sembilan kilogram sabu di dua lokasi yang berbeda. Diantaranya di halaman Hotel Trans Way Jalan Pembangunan, Tayan Hilir, Kabupaten Sanggau dan Jalan Tanjungpura I Gang Stabil, Pontianak Timur.

BNN Kalbar berhasil mengamankan enam tersangka, satu diantaranya merupakan narapidana yang mendekam di Lapas Kelas IIA Pontianak, yang disinyalir sebagai pengendali peredaran narkotika dari balik jeruji.

"Kami tidak henti-hentinya melakukan berantasan terhadap narkotika. Kami sudah sepakat, di Kalbar harus zero narkotika," kata Didi Haryono,  kemarin.

Menurut Didi, bahaya narkotika sudah menyasar generasi muda. Bahkan narkotika dapat membunuh dan menghilangkan satu generasi saat ini. Terkait dengan adanya narapidana Lapas Klas IIa Pontianak yang terkibat dalam peredaran narkotika, Kalapas Kelas IIA Pontianak, Farhan Hidayat membenarkan. Namun demikian, pihaknya selalu berusaha membersihkan narkotika di dalam lapas.

"Di Lapas ini ada 900 warga binaan. Sementara cipir yang menjaga hanya tujuh orang. Tidak sepadan dengan jumlah warga binaan yang ada," katanya.

Untuk meminimalisir keterlibatan napi terhadap penyalahgunaan narkotika, Lapas Klas IIA Pontianak saat ini sudah dilengkapi dengan X-ray, yang mampu mendeteksi barang terlarang yang masuk ke Lapas. "Kami sudah punya X-Ray. Barang yang masuk digeledah," katanya.

Kendati demikian, dia mengakui dengan terpasangnya X-Ray, Lapas Kelas IIA Pontianak terbebas dari narkotika.

Menurutnya, masih ada narapidana yang tetlibat dalam kasus narkoba. Bahkan tidak jarang, ada indikasi ada keterlibatan sipir yang turut membantu. "Jika memang mereka terlibat, Polda maupun BNN silakan diambil," tegasnya.

Saat ini pihaknya terus berusaha memberisihkan Lapas dari peredaran narkotika. (arf) 

Berita Terkait