Dua Kecamatan Terendam Banjir

Dua Kecamatan Terendam Banjir

  Senin, 10 June 2019 10:14
HUJAN TINGGI: Banjir merendam pekarangan rumah warga di Kecamatan Segedong. ISTIMEWA

Berita Terkait

MEMPAWAH - Sejumlah daerah di Kecamatan Siantan dan Segedong, Kabupaten Mempawah terendam banjir. Ketinggian air menggenangi pekarangan hingga masuk ke dalam rumah. Banjir di dua kecamatan ini akibat intensitas hujan yang cukup tinggi dalam beberapa hari belakangan ini.

“Dari pantauan petugas kami dilapangan, ada dua wilayah yang terdampak banjir. Yakni Dusun Sri Medan, Desa Peniti Dalam Dua, Kecamatan Segedong dan Dusun Lapan, Desa Wajok Hulu, Kecamatan Siantan,” ungkap Kepala Bidang Penanggulangan Bencana, BPBD Kabupaten Mempawah, Didik Sudarmanto kepada Pontianak Post, Minggu (9/6) siang.

Didik memperkirakan, sedikitnya puluhan rumah dari dua wilayah di Kecamatan Siantan dan Segedong itu yang terendam banjir. Dia menyebut, ketinggian volume air yang merendam pemukiman masyarakat masih dalam kondisi aman.

“Secara keseluruhan ketinggian air meremdam pekarangan rumah. Namun, ada beberapa rumah yang terletak di daerah dataran rendah ketinggian airnya masuk ke dalam bangunan. Tapi semuanya masih dalam kondisi aman,” sebutnya.

Karena itu, Didik memastikan pihaknya terus melakukan monitoring dan pemantauan terhadap situasi banjir di wilayah Kecamatan Siantan dan Segedong. Jika kondisi banjir semakin mengkhawatirkan, maka pihaknya akan bergerak cepat melakukan penanganan dan penanggulangan terhadap korban banjir.

“Pastinya kami akan terus melakukan pemantauan dilapangan. Kami terus berkoordinasi dengan petugas di lapangan dan perangkat desa setempat untuk mengetahui kondisi perkembangan banjir. Kita akan terus mengupdate informasinya,” tegas Didik.

Didik berharap intensitas hujan yang mengguyur wilayah Kabupaten Mempawah maupun Kabupaten Landak semakin menurun. Agar, volume banjir yang merendam kedua wilayah di Kecamatan Siantan dan Segedong semakin berangsur surut.

“Kemarin sore, kami mendapatkan kabar jika banjir sudah mulai surut. Asalkan intensitas hujan semakin menurun, kami prediksikan banjir akan segera berlalu. Makanya, kita berharap dalam beberapa hari ini tidak turun hujan,” ucapnya.

Lebih jauh, Didik pun menghimbau masyarakat agar senantiasa meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman banjir. Terutama pada daerah-daerah dataran rendah yang rawan terdampak banjir akibat curah hujan maupun banjir kiriman dari daerah perhuluan.

“Kami imbau masyarakat agar waspada. Jika memang terjadi banjir, maka masyarakat sudah tahu harus melakukan tindakan untuk mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. Terutama mengevakuasi keluarga ketempat yang lebih aman dari jangkauan banjir,” pesan Didik mengakhiri. (wah)

 

Berita Terkait