Dua Anggota Polres KKU Dipecat

Dua Anggota Polres KKU Dipecat

  Kamis, 13 December 2018 09:56
DIPECAT: Kapolres Kayong Utara AKBP Asep I Rosadi memimpin upacara PTDH terhadap dua anggotanya. DANANG PRASETYO / PONTIANAK POST

Berita Terkait

SUKADANA - Polres Kayong Utara (Kayra) menggelar apel Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) terhadap dua anggota Polres Kayong Utara yang telah melanggar kode etik Polri, Rabu (12/12) pagi.  

Pada apel tersebut dipimpin langsung Kapolres Kayong Utara AKBP Asep I Rosadi, S.I.K., M.P.A., di Mapolres Kayong Utara.  

Adapun untuk kedua anggota Polri  tersebut meliputi Ronald Maranti Purba, Brigadir Polisi / 82090292, Bintara Polres Kayong Utara, melanggar pasal 11 huruf c jo pasal  14 ayat (1) a PP RI nomor 1 tahun 2003 tentang pemberhentian anggota Polri berupa meninggalkan tugas secara tidak sah  lebih dari 30 hari kerja secara berturut-turut.

Selanjutnya atasnama Bagus Aryono, Brigadir Polisi / 840441594, Bintara Polres Kayong Utara. Melanggar pasal 11 huruf c jo pasal 14 ayat (1) a  PR RI nomor 1 tahun 2003 tentang pemenrhentian anggota Polri berupa meninggalkan tugasnya secara tidak sah lebih dari 30 hari kerja secara berturut-turut. Kapolres menjelaskan, upacara pemberhentian tidak dengan hormat ini, jelas sangat membuat malu.  Apa lagi, sambung dia ini merupakan pelanggaran yang telah melanggar kode etik Polri.

"Disatu sisi kita harus malu. Upacara ini salah satu sistem dalam organisasi kita. Ada perekrutan pendidikan kemampuan dan ada pensiun. Ada pemberhantian dengan hormat dan pemberhentian tidak dengan hormat. Kalau Pemberhentian tidak dengan hormat sangat memalukan,"tegasnya.  

Dijelaskan, untuk kedua anggota tersebut memang sangat melangar disiplin. Salah satunya dengan tidak hadir pada dinas selama lebih dari 30 hari. Apa lagi, mengenai kasus ini, sambung Asep, sudah dilakukan sidang sebanyak tiga kali. 

"Mereka ini sudah berulang melakukan pelanggaran berulang-ulang kali. Bukan hanya di Polres Kayong Utara saja. Melainkan pada Polres sebelumnya juga melakukan kesalahan, dan sudah dilakukan sidang berkali-kali. Artinya kedua anggota ini sudah tidak mau dibina lagi,"urainya.  

Dikatakan dia, mengenai kedua anggota tersebut keputusannya pada Kapolda Kalbar Irjen. Pol. Drs. Didi Haryono. Sememntara Polres Kayong Utara melaksanakan pemecatan. "Kami melakukan pemecatan. Tetapi keputusan ada pada Bapak Kapolda, yang sebelumnya telah disidang,"terangnya.  

Dijelaskan dia, untuk anggota Polri jelas jika melakukan pelanggaran akan menerima sanksi. Apapun itu kesalahannya, baik besar maupun kecil. "Jadi pelanggaran apapun hukum, sekecil apapun hukum. Agar sedikit kesalahan bisa dapat dikoreksi,"lanjutnya.  

Ia menjelaskan, mengenai pemecatan ini bukan berarti bangga. Bahakan diakui dia ini sebalinya. Karena, sambung dia ini menjadi salah satu perenungan bagi semua. Karena dengan pangkatnya saat ini Brigadir Polisi (Brigpol) ini sudah mengabdi sebagai polisi selama lima sampai enam tahun.

"Andai saja pada saat mereka mendaftar Polisi, ada kawanya tidak lulus. Seandainya yang tidak lulus dan menagis itu  jadi polisi saat itu, mugkin sekarang mereka tidak tidak dipecat. Karena yang dipecat ini tidak lulus. Seharunya yang masuk ini mereka yang tidak lulus kemarin, yang baik-baik.  Hanya mugiin kalah dinilai dan dinasib saja. Eh, kawanya yang lulus ini malah menjadi sampah masyrakat dan organisasi,"lanjutnya. 

Jadi, sambubg dia mengenai hal ini lihaknya sangat terpukul, menjadi perenungan, dan terakhir kalau Polri tidak main-main dengan disiplin dan kode etik. (dan) 

Berita Terkait