Drama Si Ojol

Drama Si Ojol

  Kamis, 20 December 2018 10:06

Berita Terkait

MOBILITAS tinggi membuat orang sangat konsumtif dengan keberadaan transportasi berbasis online. Kemunculan ojol alias ojek online ini sangat membantu. Selain cepat dan praktis, pengguna jasa juga nggak perlu merogoh kocek dalam. Nggak heran jika pengguna jasa ojol ini kebanyakan kawula muda. Beragam kisah tersebar luas di media sosial mengenai drama-drama yang terjadi antara driver ojol dan pengguna jasa. Apa aja sih konflik yang kerap terjadi? Simak curhatan para driver.

Sering Terima Alamat Nggak Jelas

Bergabung menjadi ojol sejak April 2017 membuat M. Arifin cukup menelan pahit manis sebagai driver. Beragam watak pengguna jasa sudah pernah ditemui mahasiswa Teknik Untan ini. Nggak bisa memilih pelanggan membuat Arifin harus siap dan terima dengan berbagai orderan apapun. Arifin mengaku menjadi driver ojol membuat doi jadi lebih sabar.

“Sering banget dapat lokasi dengan alamat yang nggak jelas. Pas dikonfirmasi biasanya pelanggan suka jelasin pake nada tinggi sambil marah-marah,” jelas Arifin. Nggak cuma itu kadang pelanggan juga salah meletakkan titik jemput atau antar. Selain ongkosnya beda tentu hal ini membuat driver bingung.

Akun di-Suspend

Tahu nggak sih? Pas selesai orderan biasanya di aplikasi langsung minta feedback komentar. Nah, kalau ada yang ngasi mereka bintang satu dengan komentar nggak enak, mereka bisa aja di suspend dan nggak bisa kerja berhari-hari, loh. Kasian kan? Itulah yang sempat dialami oleh Muchsin. Akun Muchsin mendapatkan bintang satu dengan komentar pedas lantaran salah membelikan pesanan.

“Sebenarnya waktu itu dari pihak restorannya yang salah bikinin pesanan, pas saya tanya mau diganti atau tidak, pengguna jasanya bilang nggak usah. Jadi saya pikir aman tapi ternyata…ah sudahlah,” curhatnya pasrah. Nah, buat orang bahagia tuh gampang kok, cukup kasi bintang tiga sampai lima sama puji-puji sedikit si driver udah bahagia. Jangan biarkan mereka kehilangan pekerjaan gara-gara bintang satu.

Dapat Orderan Palsu

Bagi driver ojol, selain uang, kepercayaan juga menjadi modal utama terhadap calon pengguna jasa. Bukan hal yang tabu lagi jika ojol menerima pesanan palsu seperti yang dialami oleh Toni Putra. Doi kerap menerima pesanan dari pengguna jasa yang iseng. “Supaya meminimalisir, sekarang setiap menerima orderan aku selalu telepon untuk memastikan terlebih dahulu,” ujar Toni.

Cowok yang sudah menjadi driver ojol selama hampir dua tahun ini juga mengaku sering mendapatkan orderan makanan palsu, tiba-tiba di-cancel saat perjalanan menuju ke rumah pelanggan, bahkan yang paling parah pernah hampir diajak berantem karena nggak mau menuruti keinginan pelanggan. “Waktu itu si penumpang minta diantar jauh dari titik antar tapi nggak mau bayar lebih, aku dipaksa kalau nggak urusannya akan panjang,” jelas Toni. (dee)

 

Berita Terkait