DPT Kayong Utara 75.825 Pemilih

DPT Kayong Utara 75.825 Pemilih

  Kamis, 26 April 2018 10:00
PENYERAHAN BA: Ketua KPU Kayong Utara, Dedy Efendy, secara simbolis menyerahkan Berita Acara Penetapan Perubahan DPT kepada salah satu tim Paslon Bupati-Wakil Bupati Kayong Utara, Rabu (25/4). ISTIMEWA

Berita Terkait

SUKADANA – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kayong Utara mengumumkan perubahan Daftar Pemilih Tetap (DPT) untuk Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Kayong Utara 2018 di Aula Kantor KPU Kayong Utara, Rabu (25/4). Terungkap mengenai DPT yang semula berjumlah 77.663 saat ini telah berkurang menjadi 75.825 pemilih.

Terkait hal ini, Ketua KPU Kayong Utara, Dedy Efendy, menjelaskan, perubahan itu dilakukan karena masih ditemukannya pemilih potensial non-KTP dan 1.838 orang pemilih yang belum terdaftar di database kependudukan Disdukcapil Kayong Utara. Sehingga, menurut dia, berdasarkan keputusan rapat rekapitulasi pemilih untuk penetapan DPT di tingkat provinsi, KPU Kayong Utara pun terpaksa mengeluarkan para pemilih yang tidak terdaftar di database kependudukan ini dari DPT.

"Untuk daftar pemilih potensial non-KTP yang terdapat di dalam formulir AC-KWK ini masih tetap dipertahankan dalam DPT. Dengan demikian, DPT yang sebelumnya berjumlah 77.663 kini telah berkurang menjadi 75.825 orang. Karena  memang harus ada KTP atau Suket itu," bebernya di Sukadana.

Dedy kembali menjelaskan, KPU Kayong Utara sudah melakukan koordinasi dengan Disdukcapil Kayong Utara, untuk mengakomodir para pemilih potensial non-KTP ini. "Data pemilih potensial non-KTP ini sudah kita serahkan ke Disdukcapil Kayong Utara untuk diverifikasi," sambungnya.

Dia yakin, tidak menutup kemungkinan para pemilih ini sudah melakukan perekaman KTP, namun belum memiliki KTP elektronik atau Surat Keterangan. Bahkan, dia menambahkan, bisa juga para pemilih ini betul-betul belum terekam, namun namanya sudah terdaftar di database kependudukan.

Mengenai hal yang sama, Ketua Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Kayong Utara, Dahlia, mengatakan, perubahan atas DPT oleh KPU Kayong Utara tersebut merupakan rekomendasi dari Bawaslu Kalimantan Barat. "Hari ini (kemarin, Red) dilakukan pleno, dan tadi malam juga sudah dilakukan koordinasi dengan KPU Kayong Utara sebelum dilakukan pleno ini," katanya di Kantor KPU.

Ia mengatakan, untuk hak pilih para pemilih yang saat ini dikeluarkan dari DPT oleh KPU karena belum memiliki KTP elektronik atau Surat Keterangan, masih bisa tetap memilih pada pelaksanaan Pilkada, 27 Juni nanti. Namun, dia menambahkan, dengan catatan warga tersebut dapat menunjukkan KTP elektronik atau Suketnya kepada Petugas Pemungutan Suara (PPS) di wilayahnya masing-masing.

"Hal yang terpenting mereka masih tercatat sebagai warga Kayong Utara," timpalnya.  

Terlepas dari adanya perubahan DPT ini, dia berharap KPU Kayong Utara tetap mengedepankan asas-asas penyelenggaraan Pilkada maupun Pemilu, selama tahapan demi tahapan menjelang pesta demokrasi ini. Untuk itu dirinya berharap kepada KPU Kayong Utara agar tetap profesional dan proporsional dalam menjalankan tugasnya.

"Jujur, kemudian terbuka, serta sifatnya untuk kepentingan umum, bisa diakses juga," pesan dia.  

Untuk diketahui, pada Rapat Pleno Penetapan dan Rekapitulasi Daftar Pemilih Sementara Hasil Perbaikan (DPSHP) dan DPT pada Kamis (19/4) lalu, KPU mengumumkan jumlah DPT sebanyak 77.663 pemilih. Kemudian jumlah yang semula 77.663 pemilih tersebut saat ini telah berkurang menjadi 75.825 orang, karena masih ditemukannya sebanyak 1.838 pemilih yang belum terdaftar di database kependudukan Disdukcapil Kayong Utara. Maka dari itu terjadilah perubahan terhadap DPT. (dan)

Berita Terkait