Dorong Penetrasi dengan Layanan Digital

Dorong Penetrasi dengan Layanan Digital

  Rabu, 28 September 2016 09:30
GO DIGITAL: Dari kiri, Akhiz Nasution, Patricia Rolla Bawata, Herman S. Tioe, dan Ogan Irfan Darmawulan di Jakarta kemarin.

Berita Terkait

JAKARTA – Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mendorong industri asuransi untuk mengembangkan layanan digital. Upaya tersebut perlu dilakukan agar penetrasi layanan asuransi tidak hanya berfokus di kota-kota besar.

 
Direktur Eksekutif AAJI Togar Pasaribu mengakui, industri asuransi masih tertinggal dalam penerapan layanan digital bila dibandingkan dengan perbankan dan transportasi. Meski investasi tekno logi informasi membutuhkan biaya besar, industri bisa lebih efisien.

’’Dengan digitalisasi, biaya operasional seperti kurir, transportasi, hingga pencetakan polis dapat dihe mat 50 persen,” katanya kemarin. Presdir MNC Life Rolla Bawata menjelaskan, tingginya jumlah pemakai internet dan telepon seluler mengubah metode pemasaran industri asuransi nasional. Calon nasabah kini teredukasi dari informasi di internet sebelum bertemu agen pemasaran. ’’Hal itu memudahkan dan mempercepat kerja agen asuransi,’’ jelasnya.

Rolla mengutip, survei global menyebut telepon seluler aktif di Indonesia saat ini 336,3 juta unit atau 126 persen dari jumlah penduduk. Tandanya, banyak orang yang memiliki lebih dari satu ponsel. Digi talisasi layanan yang dilakukan MNC Life melalui i-Maps diyakini mempermudah agen untuk mela ku kan presentasi dan penawaran produk asuransi serta mengisi polis secara digital. Dengan demikian, persetujuan polis dapat lebih cepat. ’’Pembelian asuransi secara digital akan menjadi pilihan masyarakat,’’ lanjutnya. Hingga Desember 2015, pendapatan premi industri asuransi jiwa mencapai Rp 128,6 triliun atau bertumbuh tipis 5,8 persen jika dibandingkan dengan Rp 121,62 triliun pada akhir 2014. Hingga Juni, pendapatan premi tercatat mencapai Rp 34,4 triliun. (wir/c16/noe)

Berita Terkait