Dorong Okto Jadi CdM 2020

Dorong Okto Jadi CdM 2020

  Sabtu, 3 September 2016 09:30

Berita Terkait

JAKARTA – Kontingen Indonesia memang terbukti berhasil menghentikan puasa delapan tahun medali emas di ajang Olimpiade. Di Rio 2016 lalu, Merah Putih berhasil membawa pulang sekeping medali emas via bulu tangkis dan dua medali perak dari angkat besi. Keberhasilan itu berkat komunikasi dan koordinasi tim lapangan dengan atlet yang bersangkutan.

Kemarin (2/9), di FX Sudirman, Raja Sapta Oktohari Chief de Mission (CdM) Indonesia di Olimpiade Rio 2016,  membeberkan perjuangan mereka mengawal para atlet di Brasil. ”Sukses kami di Rio merupakan kerja sama dengan semua stakeholder yang terlibat, termasuk media,” sebut Okto, sapaan karib Raja Sapta Oktohari.

Dalam kesempatan tersebut turut pula hadir, Rexy Mainaky manajer tim bulu tangkis di Olimpiade, serta tim angkat besi yang diwakili Dirdja Wihardja, Eko Yuli Irawan, Aveenash Pandoo, dan Minan. Mereka sepakat kalau tim supporting yang di bawah CdM memberikan dukungan penuh sepanjang gelaran Olimpiade Rio.

”Kalau saya boleh usulkan, biar Pak Okto ini bisa menjadi CdM kembali di edisi 2020 Tokyo nanti,” terang Rexy. Keraguan yang sempat dirasakan Rexy kala Okto dan tim CdM berkunjung ke Cipayung belum terbayar tuntas saat di Brasil.

Rexy menerangkan bahwa persiapan jangka panjang menuju Olimpiade Tokyo 2020 harus berjalan sejak lama. Demikian pula dengan penunjukkan CdM kontingen nantinya.  ”Kalau sejak sekarang ditunjuk juga lebih enak,” katanya.

Terlepas dari semua itu, Rexy menerangkan bahwa dukungan yang dirasakan tim angkat besi Indonesia cukup jelas sehingga mereka bisa membawa pulang medali emas kembaii. Terlebih, sikap garang yang sebelumnya disangka Rexy terhadap Okto tidak terbukti selama di Brasil.

”Bahkan Pak Okto ini bisa mencairkan ketegangan di antara pemain, termasuk Tontowi (Ahmad)/Liliyana (Natsir),” terangnya. Sementara itu, berkaitan laporan keuangan yang dibebankan kepada CdM, Okto mengaku akan terus berkoordinasi dengan KOI untuk segera merampungkan tugas mereka.

Terlebih, dana Rp.35 Miliar dari Kemenpora sudah menjadi kewajiban KOI dan CdM untuk mengelola selama di Brasil lalu. Termasuk diantaranya untuk kebutuhan akomodasi dan transportasi dari Jakarta menuju Brasil. (nap)

Berita Terkait