Dongkrak Kapasitas Desa Wisata, Disporapar Landak Latih 71 Pemandu Wisata Alam

Dongkrak Kapasitas Desa Wisata, Disporapar Landak Latih 71 Pemandu Wisata Alam

  Senin, 27 May 2019 09:35
FOKUS: Sejumlah pegiat wisata desa mengikuti pelatihan yang digelar Disporapar Landak, mulai Senin (20/5) hingga Sabtu (25/5) pekan lalu. MIFTAHULKHAIR/PONTIANAKPOST

Berita Terkait

NGABANG - Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Landak menggelar pelatihan pariwisata bagi aparatur desa dan kelompok sadar wisata. Kegiatan pelatihan digelar di Hotel Hanura Ngabang, mulai Senin (20/5) hingga Sabtu (25/5) lalu.

Kepala Disporapar Landak, Yosef menjelaskan, peserta direncanakan berjumlah 80 orang dari sejumlah desa yang ada di Landak. Akan tetapi 71 peserta yang datang. Kegiatan yang diberi nama Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Profesionalisme bidang Pariwisata di Kabupaten Landak ini akan dilangsungkan dua tahap.

Tahap pertama diisi dengan dua pelatihan, yaitu pelatihan pemandu wisata alam dan pelatihan tata kelola destinasi pariwisata. Sedangkan tahap kedua direncanakan pada Juli mendatang. Dengan dua jenis pelatihan, yaitu pemandu wisata kuliner dan pelatihan manajemen homestay. "Kegiatan ini bertujuan untuk menekankan pentingnya pemahaman sadar wisata dan sapta pesona dalam pengelolaan desa wisata,” jelas Yosef, Sabtu (25/5).

Karena itu Yosef mengharapkan para peserta dapat mengikuti serius kegiatan ini. Mengikuti arahan narasumber dari Komunitas “Yok jelajah khatulistiwa!” yaitu Dewi sapitri, Rangga Irawan dan Anas Nasrullah. 

Karena nantinya merekalah, pengurus Pokdarwis (kelompok sadar wisata), pengurus desa wisata, pengurus BUMDes (badan usaha milik desa), pegiat pariwisata dan komunitas pecinta alam yang aktif di kabupaten landak ini, yang menjadi ujung tombak untuk menangani destinasi–destinasi di wilayah.

Dia pun mengungkapkan selain melakukan program pelatihan tersebut, Disporapar Landak juga telah merekrut empat tenaga pendamping pariwisata. Hal itu dilakukan untuk menunjang kegiatan pasca pelatihan yang sudah dilangsungkan.

Mereka nantinya akan mengevaluasi serta memberikan bimbingan dan laporan terhadal desa wisata yang terpilih sesuai dengan gugus tugas mereka masing-masing. “Diperlukan upaya sinergi dari pihak terkait untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap potensi yang dimilikinya,” papar dia. (mif/pk)

Berita Terkait