Dominasi Bianconeri Semakin Menjadi-Jadi

Dominasi Bianconeri Semakin Menjadi-Jadi

  Sabtu, 13 April 2019 10:47

Berita Terkait

Juventus dan Gelar Kedelapan Beruntunnya 

Juventus akan mencatatkan dua sejarah jika tak kalah melawan SPAL 2013 di giornata 32 malam ini (13/4). Yakni sebagai klub dengan rekor streak scudetto terpanjang Serie A dengan delapan gelar. Juga mereka akan menjadi juara tercepat ketika kompetisi masih memiliki enam laga lagi

- Allenatore Juventus Massimiliano Allegri hanya membutuhkan satu poin untuk mengantarkan timnya memenangi scudetto musim ini. Margin 20 poin dengan penguntit terdekatnya yakni Napoli (84-64) hingga giornata 31 mendekati kata mustahil buat dikejar. Asal tak kalah oleh SPAL pesta Juventus bisa berlangsung di Stadio Paolo Mazza malam ini. 

Musim termudah Juventus dalam delapan musim terakhir ? Bisa dikatakan demikian. Giorgio Chiellini dkk hanya mengalami satu kekalahan sampai gionata ke-31 ini. Yakni menyerah 0-2 oleh Genoa pada giornata 28 lalu (17/3). 

Dibandingkan musim lalu pada periode yang sama, Juventus hanya unggul tipis dari Napoli pengekor terdekatnya. Margin poin Juventus dengan Napoli cuma empat poin (81-77). Tim pengkoleksi 34 titel scudetto itu juga mengalami dua kekalahan. 

Dalam pre match press conference kemarin (12/4) Allegri berkata pertandingan lawan SPAL  ini akan menjadi hari yang spesial. Kalau tak ada aral melintang maka Juventus akan berpesta buat kedelapan kalinya secara berturut sejak musim 2011-2012 lalu. 

“Menang delapan kali adalah sesuatu yang luar biasa dan setiap memenangi gelar scudetto menghadirkan kebanggaan tersendiri. Bekerja dengan klub yang memelihara mental menang setiap musim sangatlah penting,” kata Allegri. 

Pernyataan Allegri tersebut seperti menepis isu masa depannya bersama Juventus. Allenatore berusia 51 tahun itu pada Februari lalu diisukan akan hengkang musim mendatang. Meski kontraknya baru tuntas musim panas mendatang. 

Real Madrid sebelum Zinedine Zidane balik kucing ke Santiago Bernabeu pada 11 Maret lalu diisukan terus memepet Allegri. Kemudian klub-klub Premier League seperti Chelsea kabarnya juga menaruh perhatian besar buat Allegri. 

Mentor Allegri Giovanni Galeone kepada Tutto Napoli bulan lalu mengatakan sebelum comeback lawan Atletico Madrid di leg kedua (13/3), Galeone mengatakan sudah saatnya Allegri pergi. Namun situasinya berubah berkat kemenangan 3-0 atas Atletico. Allegri berniat menghabiskan kontraknya dengan Juventus. 

Football Italia mengulas ada beberapa faktor yang membuat Juventus melenggang dengan gampang di kompetisi domestik. Pertama transfer penting. Selain mendapatkan gratisan tenaga Emre Can dari Liverpool, Juventus juga kedatangan bintang Real Madrid Cristiano Ronaldo. Ronaldo yang dirongrong masalah pajak kekayaan memilih 'lari' ke negara yang menerapkan pajak penghasilan lebih murah. 

Ronaldo sendiri dalam preskon pertama setelah bergabung dengan Juventus mengatakan tertarik bergabung dengan Juventus karena raksasa Italia itu selalu membenahi skuadnya setiap musim. Artinya selalu ada transaski jual-beli pemain.

“Juventus tak membutuhkan Ronaldo untuk bertarung di level domestik karena memang bukan habitatnya disana. Juventus jelas ingin menghadirkan trofi Liga Champions,” tulis Football Italia.

Yang kedua adalah performa klub-klub pesaing yang inkonsisten. Napoli yang dalam tiga musim belakangan memberikan perlawanan sengit mengalami pergantian pelatih. Dari kursi Maurizio Sarri kepada Carlo Ancelotti. Kemudian duo Milan, lebih sibuk membenahi kondisi internal dan para pemilik. 

Inter malah mengalami krisis yang agak serius karena kapten mereka Mauro Icardi menunjukkan itikad besar buat pindah. Icardi pun sempat dihukum oleh klub dengan tak diberi kesempatan bermain. 

Sedangkan AS Roma setelah bermain impresif dengan mencapai semifinal Liga Champions musim lalu maka musim ini tangan dingin sang allenatore Eusebio Di Francesco sama sekali tak berbekas. Di Francesco malah sudah dipecat dan digantikan allenatore senior Claudio Ranieri. 

Jika kondisi eksternal mendukung Juventus maka kondisi internal Juventus cenderung adem ayem. Setelah mendepak bek kanan Dani Alves dua musim lalu (2016-2017) dan mendapatkan kembali bek tengah mereka Leonardo Bonucci dari AC Milan maka kompletlah kekuatan Juventus kemudian. (dra)
 

Berita Terkait