Dominan Berbasis Komputer

Dominan Berbasis Komputer

  Selasa, 23 April 2019 11:11
UJIAN NASIONAL : Pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) hari pertama di Sekolah Menengah Pertama Negeri 16 Pontianak, Senin (22/4). Terlihat siswa konsentrasi menyelesaikan soal di depan komputer masing-masing. MEIDY KHADAFI/PONTIANAK POST

Berita Terkait

PONTIANAK – Sebanyak 11.644 pelajar sekolah dasar sederajat dan 11.298 pelajar sekolah menengah pertama sederajat di Kota Pontianak, Senin kemarin melaksanakan ujian nasional hari pertama. Ada dua pelaksanaan ujian tahun ini, yaitu menggunakan komputer, kertas dan pensil.

Pantauan Pontianak Post, saat pelaksanaan ujian nasional hari pertama di beberapa SD dan SMP di Pontianak berjalan sesuai harapan. Seperti pelaksanaan ujian nasional di SD Negeri 18 Kecamatan Pontianak Barat, kata seorang Panitia Ujian Nasional, Riki, berjalan dengan tertib.

Para pelajar bahkan sudah datang sebelum lonceng berbunyi dan langsung masuk pada ruang yang telah ditentukan pihak panitia ujian. "Rerata mereka sudah paham. Untuk menentukan kursi masing-masing mereka juga mengerti karena patokannya adalah nomor ujian masing peserta," katanya.

Pelaksanaan ujian nasional tingkat dasar, kata Riki, berbasis pensil dan kertas. Beda dengan menengah pertama yang sebagian besar pelaksanaan ujian nasional telah menggunakan komputer.

Dari pantauannya saat ujian berlangsung, peserta mampu mengerjakan soal-soal tersebut. Dia juga yakin soal yang keluar sudah pernah dipelajari anak-anak.

Ia berharap, pelaksanaan ujian nasional SD di tempatnya tahun ini berjalan lancar hingga hari terakhir Rabu mendatang. Hasil nilai anak-anak yang diraih bisa memuaskan. Dengan demikian setelah lulus mereka bisa melanjutkan ke sekolah yang diinginkan.

Kepala Bidang Pendidikan Dasar, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pontianak, Paryono mengungkap tahun ini pelaksanaan ujian nasional tingkat sekolah dasar sederajat dan sekolah menengah pertama sederajat dilakukan serentak.

Ada tiga mata pelajaran diujiankan di tingkat SD sederajat. Di hari pertama ini (kemarin) Bahasa Indonesia, hari kedua IPA, dan hari terakhir Matematika. Sedangkan tingkat menengah pertama sederajat, ujian nasional akan berakhir Kamis mendatang dengan hari pertama menguji mata pelajaran Bahasa Indonesia, Selasa menguji Matematika, Rabu menguji Bahasa Inggris, dan Kamis menguji IPA.

Dia melanjutkan ada dua kategori pelaksanaan ujian nasional tahun ini. Untuk tingkat SD, ujian menggunakan kertas dan pensil. Sedangkan tingkat SMP ujian berbasis komputer, kertas dan pensil.

Ia mengungkapkan jumlah keseluruhan peserta ujian nasional SD dan SMP tahun ini mencapai 20 ribuan pelajar. Dengan rincian peserta UN SD mencapai 10.287 pelajar dan Madrasah Ibditaiyah 1.383 pelajar. Sehingga total pesertanya mencapai 11.644 orang.

Untuk tingkat SMP sederajat, di tahun ini dominasi pelaksanaan UN berada pada basis komputer dengan rincian UNBK SMP 8.956 pelajar UNKP 436 pelajar. Sedangkan untuk MTs jumlah peserta UNBK mencapai 1.332 pelajar dan UNKP nya diikuti 725 pelajar. "Jika dipersentasekan pelaksanaan UNBK tahun ini mencapai 89,9 persen," ungkapnya.

Di tahun depan, rencananya pelaksanaan ujian nasional bisa dilakukan menggunakan komputer semua. "Kami akan usahakan UN tahun depan bisa menggunakan komputer," katanya.

Untuk laporan pelajar tak masuk dikarenakan sakit atau lain hal di hari pertama UN dikatakan Paryono belum ada masuk laporannya ke Diknas. Jikapun ada, pihaknya akan melakukan antisipasi dengan mengadakan ujian susulan. Waktunya, tentu setelah pelaksanaan UN tingkat SD dan SMP ini berakhir.(iza)
 

Berita Terkait