Dokter Spesialis Kulit dan Kecantikan

Dokter Spesialis Kulit dan Kecantikan

  Jumat, 15 February 2019 11:19

Berita Terkait

Perbaiki Penampilan dengan Blepharoplasty

Proses penuaan menjadi faktor utama terbentuknya kantung mata. Kehadiran kantung mata sering dianggap mengganggu penampilan. Karena adanya penimbunan lemak sehingga membentuk tonjolan di bagian bawah mata. Banyak yang memilih solusi dengan melakukan operasi kantung mata (Blepharoplasty) untuk mengatasinya. Namun, apakah aman dilakukan? 

Oleh : Ghea Lidyaza Safitri

Meski tak berdampak buruk bagi kesehatan, kehadiran kantung mata membuat penampilan sesorang terlihat lebih tua 5 sampai 10 tahun dari usia sebenarnya. Tingkat kepercayaan diri pun berkurang. Operasi kantung mata (Blepharoplasty) dianggap jadi solusi tepat untuk memperbaiki penampilan. Indra penglihatan pun terlihat indah seperti sedia kala. 

Tren Blepharoplasty ini bukan hal baru di dunia medis. Operasi yang dapat dilakukan di atas dan bawah bagian mata ini sudah ada sejak beberapa tahun lalu. Pada tahun 2018, salah satu presenter terkenal Indonesia, Sarah Sechan juga telah melalukan operasi kantung di bagian bawah matanya. Operasi kantung mata membuat siapa pun jadi terlihat awet muda. Mata pun jadi terlihat lebih segar.

Kantung mata terjadi ketika membran tebal yang menahan lemak di bawah rongga mata mulai melemah dan lemak mulai menonjol ke depan. Kantung mata akan semakin terlihat seiring pertambahan usia seseorang. Selain pertambahan usia, kantung mata juga dapat disebabkan oleh kurangnya jam istirahat (tidur), alergi atau dermatitis, dan faktor keturunan. 

Dokter Retno Mustikaningsih, M.Kes, Sp.KK mengatakan operasi kantung mata termasuk dalam jenis operasi kecil. Tujuan utamanya adalah untuk menghilangkan tonjolan lemak dan kulit kendur pada daerah mata. Ada tiga jenis operasi kantung mata, yakni Upper Blepharoplasty, Lower Blepharoplasty, serta Upper and Lower Blepharoplasty.

Upper Blepharoplasty dimana operasi ini mengatasi kelopak mata atas yang semakin berkantung dan berglambir. Selain itu, untuk membentuk kelopak pada beberapa orang yang tak memiliki bagian kelopak mata. Lower Blepharoplasty dimana operasi ini mengangkat dan memperbaiki kantung mata. Serta, Upper and Lower Blepharoplasty yang merupakan kombinasi keduanya.

Dokter yang bertugas di RSUD Dr. Soedarso Pontianak ini menuturkan operasi dilakukan dengan cara menyayat tepat di bawah bulu mata atau di kelopak mata sepanjang 1 milimeter. Terdapat dua jenis lemak yang dapat menyebabkan adanya kantung di bagian bawah mata. Pertama, jenis lemak besar. Kedua, jenis lemak kecil tapi bersekat-sekat.

Selain operasi, kantung mata dapat diatasi dengan melakukan perawatan memanfaatkan gelombang radio frequency (RF). Gelombang tersebut dialirkan sambil dilakukan pijatan lembut pada area seputar mata agar peredaran darah lancar. Gelombang RF ini dapat menstimulasi sel kolagen di area kantung mata sehingga kembali kencang. Namun, kantung mata bisa terlihat kembali.

Pemilik klinik Ermust di Sungai Raya Dalam, Pontianak ini mengungkapkan sebelum melalukan operasi, pasien diwajibkan melakukan cek kesehatan (medical check up). Beberapa cek kesehatan yang perlu dilakukan adalah cek darah. Tujuannya, mengetahui apakah pasien memiliki riwayat darah tinggi (hipertensi) dan pembekuan darah. 

Pemeriksaan EKG (elektrokardiogram) bagi pasien yang berada di rentang usia 50 tahun ke atas. Tujuannya, mendeteksi kelainan dengan mengukur aktivitas aliran listrik yang dihasilkan oleh jantung. Pemeriksaan dilakukan untuk meminimalisir hal yang tak diinginkan saat operasi berlangsung. Karena operasi dilakukan secara sadar dan hanya menggunakan bius lokal.

“Hindari melakukan operasi ketika menstruasi. Saat itu, pembuluh darah sedang terbuka. Ditakutkan saat proses penyayatan darah akan lebih banyak mengalir,” tutupnya. **

Berita Terkait