Dokter Bimanesh Divonis Tiga Tahun

Dokter Bimanesh Divonis Tiga Tahun

  Selasa, 17 July 2018 10:00
TERIMA VONIS: Dokter Bimanesh Sutarjo menjalani sidang putusan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (16/7). FEDRIK TARI GAN/ JAWA POS

Berita Terkait

Terbukti Merintangi Penyidikan KPK terhadap Setnov

JAKARTA – Sidang kasus Bimanesh Sutarjo memasuki babak akhir. Dalam sidang putusan kemarin (16/7), dokter di RS Medika Permata Hijau itu dijatuhi hukuman tiga tahun penjara dan denda Rp 150 juta setelah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana menghalangi-halangi penyidikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

”Melakukan tindak pidana secara bersama-sama dengan sengaja merintangi penyidikan terhadap tersangka dalam perkara korupsi,” kata Mahfudin, ketua majelis hakim dalam sidang.

Tindakan tersebut dilakukan Bimanesh ketika penyidik KPK mencari Setya Novanto (Setnov). Saat itu mantan ketua DPR tersebut berstatus tersangka dalam kasus korupsi e-KTP. Bimanesh dinilai bersalah lantaran turut terlibat menghalangi upaya penyidikan lembaga antirasuah itu.

Putusan tersebut lebih rendah daripada tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) KPK. Jaksa menuntut Bimanesh dihukum enam tahun penjara dengan denda Rp 300 juta subsider tiga bulan kurungan.

Di akhir sidang, Bimanesh belum mengambil sikap atas putusan itu. Saat diberi kesempatan untuk memilih oleh majelis hakim, Bimanesh mengambil opsi pikir-pikir terlebih dahulu. ”Yang Mulia, kami akan pikir-pikir,” ucap dia. Keputusan serupa diambil JPU KPK ketika ditanya majelis hakim. Dengan begitu, tiap-tiap pihak diberi waktu seminggu sebelum memutuskan banding atau menerima putusan tersebut.

Saat ditemui setelah sidang, Bimanesh memilih tidak terlalu banyak bicara. Dia hanya menjelaskan surat imbauan yang dia keluarkan ketika Setnov dirawat di RS Medika Permata Hijau. Menurut dia, surat itu dikeluarkan bukan untuk menghalangi tugas penyidik KPK. ”Jadi, kalau orang menganggap itu sebagai sesuatu yang menghalangi, saya nggak ngerti maksudnya,” ucap dia. Sebagai dokter, Bimanesh menegaskan bahwa dirinya punya tanggung jawab terhadap pasien yang ditangani. 

Di tempat yang sama, pengacara Bimanesh, Wirawan Adnan, menyampaikan bahwa kliennya merupakan korban. Sebab, empat saksi yang dihadirkan dalam persidangan dia anggap memberikan keterangan yang tidak benar. 

Empat saksi yang dimaksud Wirawan adalah Michael Chia Cahya, Alia, Nana, dan Indri. Dia menyebutkan, keterangan empat saksi itulah yang membuat hakim memutuskan bahwa Bimanesh bersalah. ”Padahal, empat saksi itulah yang kami bantah kebenaran keterangannya,” ujarnya. Namun, palu sudah diketukkan. Dia bersama kliennya menerima putusan tersebut dan memilih berpikir dulu sebelum memutuskan langkah hukum selanjutnya. ”Kami menggunakan kesempatan ini untuk pikir-pikir,” kata dia. (syn/c11/agm)

Berita Terkait