Dodi Lepas Kontingen Karnaval Pesparawi

Dodi Lepas Kontingen Karnaval Pesparawi

  Senin, 30 July 2018 10:00
LEPAS KONTINGEN: Penjabat Gubernur Kalimantan Barat Dodi Riyadmadji melepas Karnaval Perparawi Nasional di Halaman Rumah Radakng, Pontianak, Minggu (29/7). ISTIMEWA

Berita Terkait

Diikuti 34 Provinsi se-Indonesia

PONTIANAK - Penjabat Gubernur Kalimantan Barat Dodi Riyadmadji melepas Karnaval Perparawi Nasional Kw XII di Halaman Rumah Radakng, Minggu (29/7). Karnaval ini diikuti kontingen dari 34 provinsi se-Indonesia. 

Dodi menilai karnaval ini sebagai keunikan dari keanekaragaman budaya di Indonesia. Menurutnya Indonesia kaya akan budaya dan menjadi tanggungjawab generasi muda untuk menjaganya. "Dengan beraneka ragam budaya ini sebagai bukti seluruh masyarakat bisa hidup rukun dan damai," ungkap Dodi. 

Dirjen Bimas Kristen Kementerian Agama Republik Indonesia Thomas Pentury hadir menyaksikan karnaval sebagian rangkaian Pesparawi Nasional XII Tahun 2018. Kalimantan Barat sebagai tuan rumah dari pagelaran nasional ini.

Thomas menjelaskan proses yang panjang telah dilalui yang kemudian memutuskan Kalimantan Barat sebagai tuan rumahnya. Dan tiga tahun lalu penetapan Kalbar tuan rumah pun dilakukan.

Terpilihnya Kalimantan Barat sebagai tuan rumah karena melihat kesiapan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dan seluruh jajaran. Termasuklah dengan kesiapan Ketua Umum Panitia. Ini menjadi alasan kuat Lembaga Pengembangan Pesparawi Nasional dan Kementerian Agama RI yang kemudian menetapkan provinsi sebagai tuan rumahnya. 

Oleh karena itu Thomas berharap pelaksanaan Pesparawi Nasional Ke-XII di Kalbar berjalan sukses. Sedangkan untuk tuan rumah selanjutnya masih dalam pembahasan. Terkait dengan karnaval, Thomas mengatakan nilai penting dari pelaksanaannya adalah keberagaman yang menjadi satu dan kemudian memberikan semangat bersatu kepada masyarakat yang menyaksikan. "Termasuk juga membangun nilai spiritual yang menyeluruh bagi umat," kata Thomas. 

Menurut Thomas jika nilai spiritualitas itu terus terbangun maka pemahaman kemajemukan akan semakin meningkat. Ketua Panitia Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional XII Tahun 2018 Karolin Margret Natasa menyatakan event ini digelar untuk meningkatkan spiritualitas umat Kristiani.

"Termasuk juga meningkatkan semangat kebersamaan dan kekeluargaan antarumat Kristen,” jelas Karolin.

Dalam pelaksanaanya pun tidak hanya lomba menyanyi saja. Semangat menjalin kerjasama yang baik juga terus ditumbuhkan. Tidak hanya antar umat Kristiani tapi juga dengan umat agama lainnya. “Bagi orang Kristen bernyanyi itu baik karena merupakan proses memuliakan Allah yang jauh lebih besar pahalanya dibandingkan hanya berdoa biasa. Bagi orang Kristen bernyanyi adalah memuliakan Tuhan,” jelas Karolin. 

Oleh karena itu perbedaan aliran gereja yang ada pun menjadi satu seiring dengan pelaksanaan Pesparawi. Hilangnya perbedaan gereja dan bersatu sebagai umat Kristen untuk memuliakan Allah.

"Ini adalah ide yang sangat luar biasa, karena jarang sekali penderita dari berbagai gereja bisa berkumpul dan momen ini bisa terjadi. Tentu ide yang luar biasa dari pendahulu dalam acara ini harus terus dijaga dan pelihara," ungkap Karolin. 

Semangat kebersamaan juga dilihat dari dukungan berbagai umat beragama lainnya. Struktur panitia misalnya, ada sekitar 400 orang panitia terdiri dari beragam kelompok dan latar belakang. “Ada Kristen, ada katolik. Ada muslim, ada juga agama lainnya. Semuanya terlibat dan kita gotong-royong,” sebut Karolin. 

Selain dalam susunan panitia, Karolin menimpali dari sisi pendukung acara juga menggambarkan keberagaman. Ini akan dilihat dari pertunjukkan tari kolosal yang menggambarkan perjalanan hidup manusia hadapi perkembangan zaman. Dimana penarinya adalah generasi muda Kalbar terdiri dari beragam latar belakang. "Ada yang muslim, katolik dan kristen. Semuanya berusaha keras mensukseskan acara ini ," imbuhnya.

Kapolda Kalimantan Barat Irjen Pol Didi Haryono menegaskan penyelenggaraan Pesta Paduan Suara Gerejawi  Nasional XII Tahun 2018 di Kota Pontianak sebagai gambaran bahwa Kalbar adalah provinsi yang penuh cinta damai. 

Penyelenggaraan Pesparawi di Kalbar juga membuktikan bahwa Kalbar adalah satu diantara daerah paling aman. Sebelumnya, tiga tahun lalu Pesparawi diselenggarakan di Ambon. “Berbagai penilaian telah dilakukan sehingga Kalbar sebagai tuan rumah dan itu tentu aspek keamanan juga dilihat. Sekarang bisa dilihat masyarakat terbuka dengan siapa saja yang hadir di Kalimantan Barat," ungkap Didi.

Oleh karena itu Dodi mengajak masyarakat untuk selalu menjaga kondusivitas wilayah Kalimantan Barat. "Kami pastikan bagi siapapun yang hadir menyelenggarakan agenda nasional," pungkasnya. (*/r)

Berita Terkait