DJ Apresiasi Kerja Penyuluh dan Poktan

DJ Apresiasi Kerja Penyuluh dan Poktan

  Rabu, 24 February 2016 10:26
TEMU RAMAH: Daniel Johan, anggota DPR-RI, menghadiri acara temu ramah dengan stakeholder pertanian Kabupaten Sambas di Mimi Land, yang difasilitasi CV Solma, Minggu (21/2). HARI KURNIATHAMA/PONTIANAK POST

Berita Terkait

SAMBAS – Anggota DPR RI asal Daerah Pemilihan Kalimantan Barat, Daniel Johan, sangat mengapresiasi kinerja penyuluh dan semua kelompok tani. Dia menilai bahwa mereka telah bersusah payah menyukseskan program pemerintah mendukung ketahanan pangan.

"Penyuluh dan kelompok tani adalah ujung tombak menunjang ketahanan pangan nasional. Saya sangat mengapresiasi apa yang telah Bapak dan Ibu sumbangkan untuk negeri ini," ujar politisi Partai Kebangkitan Bangsa ini, Minggu (21/2). Daniel menyampaikan hal itu ketika berada di Mimi Land, salah satu objek wisata pantai di Kabupaten Bengkayang. Di sana, sosok yang karib disapa DJ tersebut menghadiri kegiatan temu ramah yang digandeng dengan rekreasi bersama sekitar 400 warga. Mereka terdiri dari penyuluh dan kelompok tani Kabupaten Sambas beserta keluarga, yang difasilitasi CV Solma. CV Solma sendiri merupakan salah satu distributor pupuk di Kabupaten Sambas, yang selama ini juga intens bersama petani memajukan pertanian di Sambas.

Menurut DJ, Sambas adalah lumbung pangan Kalbar. Dia menilai, setiap tahun produksi padi dari Kabupaten Sambas ini sangat besar, di mana menyumbang lebih dari 20 persen total produksi Kalbar. Menurut dia, upaya yang sudah dilakukan penyuluh bersama petani dan semua kelompok taninya, patut didukung pemerintah melalui berbagai program yang ada. Dengan demikian, diharapkan dia agar produksi dan produktivitas pertanian tanaman pangan, khususnya padi di Sambas bisa semakin meningkat.

“Bantu saya untuk tetap komit mendorong agar Pemerintah Pusat terus memberi perhatian lebih terhadap upaya pengembangan pertanian, khususnya sawah di luar Pulau Jawa dan ternyata mulai mendapat respons yang cukup baik,” ucapnya. Menurut dia, salah satu upaya yang dilakukan pemerintah adalah dengan mendorong penerapan teknologi hazton dalam budidaya padi. Untuk teknologi yang satu ini, diakui dia jika hasilnya sudah dibuktikan di banyak daerah, di mana mampu meningkatkan produksi dan produktivitas. Menariknya, dia menambahkan, untuk Sambas pada tahun ini mendapatkan porsi yang sangat besar untuk penerapan teknologi tersebut. “Kita patut bersyukur dan saya berharap penyuluh dan kelompok tani semakin semangat untuk mengusahakan lahannya, sehingga upaya untuk meningkatkan kesejahteraan petani bisa tercapai,” ujarnya.

Dalam ramah tamah tersebut, salah seorang ketua gabungan kelompok tani (gapoktan) berharap agar pemerintah ke depan bisa memikirkan juga insentif bagi gapoktan. Dengan insentif tersebut, dia yakin bisa memaksimalkan kinerja mereka.Direktur CV Solma, Dede Slamet, menjelaskan jika kegiatan rekreasi dan silaturahim itu dilaksanakan untuk melepas sedikit kepenatan dari rutinitas sehari-hari. Selama ini, diungkapkan dia bagaimana mereka bersama penyuluh dan kelompok tani, terus beresinergi dalam menyukseskan program pertanian pemerintah.

“Kebetulan musim panen akan segera berakhir dan musim tanam gadu juga belum mulai. Jadi kami pilih waktu jeda ini untuk membawa mitra kerja kami rekreasi bersama, sekalian silaturahim untuk semakin mempererat semangat kekeluargaan,” ujarnya.Ke depan, mantan aktivis mahasiswa ini berharap agar kemitraan dan sinergi yang telah dibangun mereka dengan baik ini bisa terus berjalan. Dengan demikian harapan dia agar produktivitas pertanian di Kabupaten Sambas bisa terus meningkat. (har)

Berita Terkait