Ditopang Subsidi Pemerintah

Ditopang Subsidi Pemerintah

  Senin, 2 November 2015 10:18
PRODUKSI MASAL: Toyota Mirai dalam uji kemudi di Fuji Speedway, Oyama, Jepang.

Berita Terkait

PENGEMBANGAN mobil hidrogen juga ditopang sejumlah insentif, terutama subsidi dari pemerintah. Harga Toyota Mirai di pasar domestikJepang, misalnya, sekitar 7 juta yen atau Rp 805 juta (asumsi 1 yen = Rp 115). Di harga itu, pemerintah Negeri Sakura mengucurkan subsidisebesar 2 juta yen atau lebih dari Rp 200 juta.Di mancanegara, insentif untuk mobil ramah lingkungan memang cukup besar. Contohnya, mobil hybrid Toyota Prius di Jepang hanya seharga Rp 300-an juta. Di Indonesia, harganya bisa mencapai Rp 600-an juta. ”Ini yang

membuat mobil ramah lingkungan sulit berkembang di Indonesia. Padahal, mobil hybrid paling cocok di tanah air. Ini dilihat dari infrastruktur,” ujar Direktur Pemasaran Toyota Astra Motor Rahmat Samulo.Jika dibandingkan dengan mobil listrik, jenis fuel cell lebih ramah lingkungan. Sebab, listriknya dibikin sendiri. Untuk mobil listrik yang membutuhkan charge, bisa saja daya listrik didapatkan melalui proses yang menghasilkan emisi.Namun, untuk menjadi produk masal, ada kendala besar, yaitu infrastruktur stasiun pengisian hidrogen. Di Jepang dan Amerika Serikat yang menjadi negara paling awal untuk pemasaran Mirai, stasiun pengisian hidrogen

masih sangat minim.
Tapi, masalah itu sepertinya segera teratasi. Sebab, pemerintah Jepang punya komitmen besar untuk mewujudkan fuel cell. Apalagi, pabrikan di Negeri Matahari Terbit itu pula yang paling awal mengembangkan danmemasarkan kendaraan fuel cell.Tomoki Uchida, presiden direktur PT Honda Prospect Motor (HPM), menerangkan, kendala mobil bertenaga hidrogen terletak pada penyediaan bahan bakar. ”Harus ada stasiun pengisian hidrogen. Sedangkan itu belum ada di Indonesia,” katanya. (jpg/sof)

Berita Terkait