Ditipu Lewat Telepon, 74 Juta Raib

Ditipu Lewat Telepon, 74 Juta Raib

  Senin, 25 July 2016 19:56

Berita Terkait

Jangan Mudah Percaya Telpon Orang Tak Dikenal

PONTIANAK- Waspada!! Saat ini banyak ditemukan modus penipuan. Diantaranya penipuan melalui telpon mengatasnamakan orangtua, guru atau keluarga lainnya.

Modus penipuan ini menimpa dua warga masyarakat Pontianak dan Sambas melalui telpon gelap yang mengatasnamakan Guru anaknya dan panitia lelang dari Polda Kalbar.

Peristiwa ini dialami warga Jalan Bambang Ismoyo Tanjung Hulu kecamatan Pontianak Utara. Atas peristiwa ini harus kehilangan uang 74 juta.

Peristiwa ini berawal saat korban mendapat telpon dari nomor  081248284597, yang mengaku dari sekolah Mujahidin, ia mengabarkan putra Korban atas nama Riski terjatuh dari WC sekolah  dalam kondisi kritis dan dibawa ke ICU RS Antonius.

Orang yang mengaku guru tersebut selanjutnya memandu korban untuk menghubungi nomor telpon 081316275569, atas nama Ibu Sri, korbanpun menghubungi telpon tersebut dan bicara dengan Ibu yang sudah diseting oleh Penipu bernama  Sri, setelah berbincang dengan Ibu Sri, pelaku pura menangis,  menyampaikan anak korban bernama Riski sedang kritis.

Kemudian pelaku menyerahkan telpon kepada orang lain yang seolah olah  dokter Gerald, kemudian dokter Gerald menyuruh korban untuk  menghubungi HP nomor 08888777678, setelah di telpon oleh korban, pelaku mengaku petugas apotik PT Farmasi Jaya, korban diarahkan untuk menstransfer uang Rp 24 juta ke rekening nomor 0446108101 atas nama Derman Napitupulu,  setelah itu ditransfer lagi Rp 20 juta katanya untuk membeli alat X2B .

Setelah ditransfer pelaku mengkontak korban bahwa uangnya sudah diterima. Setelah itu korban kembali menerima  telpon dari nomor 085216480588 yang mengaku sebagai Staf dokter Gerald meminta uang lagi sebanyak  48 juta, katanya untuk beli alat pacu Jantung.

Pembayarnya bisa 50 % dulu,  karena korban sudah panik memikirkan putranya,  maka korbanpun memenuhi permintaan tersebut  mentransfer lagi uang 30 juta sebanyak  dua kali pertama 20 juta dan kedua 10 juta ke rekening yang sama atas nama Dermin Napitupulu, total kerugian yang diderita Korban mencapai 74 juta.

Sementara itu ditempat terpisah warga Subah dusun Kabile Sungai Sapak Subah Kabupaten Sambas ditelpon seseorang yang mengaku Petugas Lelang dari Polda Kalbar, pelaku menawarkan lelang mobil seharga 50 juta yang dilaksanakan di Polda dan yang beraangkutan telah menatrnasfet uang panjar sebanyak 15 Juta, melalui Bank BNI, dan Lelang akan dilaksanakan Senin 25/7 di Polda, sehingga siang tadi Korban mendatangi Humas untuk ikut lelang, padahal Polda kalbar tidak pernah akan melaksanakan lelang karena yg punya kewenangan untuk melelang barang adalah kantor lelang.

Berkaitan dengan hal tersebut, Kabid Humas Polda Kalbar Kombes Pol Suhadi mengimbau kepada  warga masyarakat untuk lebih berhati hati bila menerima telpon anaknya kecelakaan, anaknya diangkap polisi karena narkoba, anaknya ditangkap polisi krn mengedarkan uang palsu dan sebagainya.

Jika menerima telpon aeperti itu cek ke teman dekat anaknya atau cek langsung anaknya atau melalui sekolah Karena penipu saat ini sudah Canggih bisa menirukan suara anak kita, bisa berubah ubah dialog, padahal orangnya sama. Karena kita tergopoh gopoh atau sudah panik duluan sehingga semua peemintaan dituruti.

Untuk menghindari agar tidak tertipu maka setiap menerima telpon dari manapun datangnya supaya tetap tenang agar konsentrasi kita tidak terganggu dan tidak mudah terkecoh oleh tipu daya penipu. (arf)

Berita Terkait