Dinkes Pontianak Gelar Pemeriksaan Kesehatan Jamaah Calon Haji

Dinkes Pontianak Gelar Pemeriksaan Kesehatan Jamaah Calon Haji

  Selasa, 23 April 2019 11:13
PEMERIKSAAN: Dinkes Kota Pontianak melakukan pemeriksaan kesehatan dan penyuntikan vaksin meningitis bagi jamaah calon haji, kemarin. IST

Berita Terkait

DINAS Kesehatan Kota Pontianak menggelar pemeriksaan kesehatan jamaah calon haji di aula Dinas Kesehatan Kalimantan Barat, Jl M Sood, Senin, 22 April 2019. 

“Hari ini kami lakukan penyuntikan vaksin meningitis bagi jamaah haji yang sudah melunasi BPIH-nya (biaya penyelenggaraan ibadah haji), serta sudah dipastikan keberangkatannya,” jelas dr Sidiq Handanu Widoyono MKes, Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak, kemarin.

Vaksin meningitis wajib diberikan kepada jamaah calon haji yang akan masuk ke Arab Saudi. Jika tidak ada mendapatkan vaksin meningitis, mereka tidak diizinkan masuk ke Arab Saudi. 

“Ada juga vaksin lain yang sifatnya tidak wajib, seperti vaksin influenza. Vaksin ini ada pembiayaan tersendiri, bukan masuk di sini,” ujarnya.

Selain penyuntikan vaksin meningitis, para jamaah calon haji tersebut juga dipantau kembali kondisi kesehatannya.

“Kami sudah lakukan pemeriksaan tahap pertama dan tahap kedua. Sudah juga dilakukan tes kebugaran. Pemantauan kesehatan jamaah calon haji ini akan terus dilakukan hingga waktu mereka berangkat,” jelasnya.

Penyuntikan vaksin meningitis dilakukan secara bertahap. KBIH Arafah sebanyak 135 jamaah pada 22 April. KBIH Muhamadiah dan Armina sebanyak 141 jamaah pada 25 April. KBIH Umum/Mandiri sebanyak 60 jamaah pada 26 April. KBIH Bina Mabrur, Shafa, dan Al-Harmain sebanyak 151 jamaah pada 29 April. KBIH Zaeda Rizqi dan Assalam sebanyak 132 jamaah pada 30 April. Tempat pelaksanaan di Aula Dinkes Kalbar Jl M Sood Pontianak.

Ada sebanyak 599 jamaah pelunasan tahap 1 yang ikut dalam kegiatan tersebut. Jumlahnya terdiri dari 261 laki-laki dan 338 perempuan. Sebanyak 22 jamaah diantaranya dari luar kota yang terdaftar di Kota Pontianak.

Pemeriksaan kesehatan ini mendapatkan 317 jamaah yang istithaah; 279 jamaah yang istithaah dengan pendamping baik alat, obat, dan orang; serta tiga jamaah istithah sementara. Penyakit terbesar yang diderita jamaah, yaitu HT 120 orang, DM 68 orang, hiperkolesteremia 60 orang, dan HT heart disease. (mde)

Berita Terkait