Dilewati Kontainer, Jembatan Pemangkat Ambruk

Dilewati Kontainer, Jembatan Pemangkat Ambruk

  Senin, 6 June 2016 10:01
RUSAK TOTAL: Jembatan di jalan Mohammad Sohor, Desa Pemangkat Kota yang ambruk saat dilewati kontainer berisi alat berat. HARI KURNIATHAMA/PONTIANAKPOST

Berita Terkait

SAMBAS – Jembatan 1 di Jalan Mohammad Sohor, Desa Pemangkat Kota (dekat Masjid At Takwa) Kecamatan Pemangkat, Sabtu (4/6) malam sekitar pukul 19.30 WIB, putus. Jembatan yang diperkirakan berusia hampir setengah abad tersebut, kini tidak bisa dilalui kendaraan. 

Putusnya jembatan tersebut, dibenarkan Kepala Desa Pemangkat Kota, Kasful Anwar ketika dikonfirmasi wartawan. Dirinya pun turut menyaksikan evakuasi kendaraan berupa truk kontainer yang membawa alat berat, yang terperangkat di lokasi tersebut.

“Ya. Sekarang sedang dievakuasi truknya,” kata Kasful Anwar, Sabtu (4/6) malam kepada wartawan. Menurutnya, truk kontainer, seyogyanya akan ke arah Sambas. Namun diperkirakan, karena tuanya umur jembatan, membuat sarana tersebut tak mampu menahan beratnya kendaraan tersebut.

“Enam bulan yang lalu, saya sudah menyampaikan kondisi jembatan yang hampir roboh ke pihak terkait. Dan memang karena umur jembatan sudah tua, yakni kira-kira 46 hingga 50 tahunan,” katanya.

Putusnya jembatan tersebut dikatakan Kasful, sarana tersebut tak bisa digunakan, terutama kendaraan roda empat dan dua. Hanya saja pejalan kaki masih bisa melintas, yakni melewati melewati tiang jembatan yang masih ada. 

Anggota DPRD Kabupaten Sambas, Yakob Pujana mengatakan meski ada jembatan lainnya. Jembatan 1 di Jalan Moh Sohor menjadi sarana vital untuk keluar masuk Kabupaten Sambas melewati Pemangkat. Pihaknya pun berharap, dinas terkait untuk segera berkoordinasi ke Pemerintah Provinsi untuk mengatasinya.

“Sekarang sudah memasuki Ramadan dan dilanjutkan dengan lebaran Idul Fitri. Masyarakat akan meningkat mobilitasnya, termasuk arus mudik orang maupun barang. Jadi pihak terkait harus segera berkoordinasi dengan Provinsi,” kata Yakob Pujana, Minggu (5/6).

Ke depannya, kepada pihak terkait. Untuk meningkatkan pengawasan terhadap truk-truk bermuatan besar dan berat yang keluar masuk ke Sambas. Sehingga satu jembatan yang masih ada, tidak mengalami nasib sama.

“Diminta juga kepada Dishub untuk mengatur truk-truk bermuatan besar dan berat yang akan melewati jembatan yang tak jauh dari lokasi jembatan yang patah. Ini untuk menghindari hal sama terjadi lagi. Kalau sampai terjadi (putus) di jembatan yang satunya lagi. Maka akan berpengaruh terhadap transportasi barang dan jasa. Akibatnya harga barang akan naik lagi,” katanya.

Yakob berharap, dalam kejadian ini bukan mencari siapa yang salah dan benar. Namun bagaimana semua pihak terkait, secepatnya berkoordinasi agar jembatan yang roboh bisa segera diperbaiki.(fah)

Berita Terkait