Dihantam Ombak, Perahu Terbalik

Dihantam Ombak, Perahu Terbalik

  Jumat, 20 July 2018 10:00
DIHAJAR OMBAK: Detik-detik kapal berpenumpang 22 nelayan saat dikandaskan ombak di pantai Puger, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Kamis (19/7). JUMAI / JAWA POS RADAR JEMBER

Berita Terkait

Enam Meninggal, Empat Hilang, 12 Selamat

PUGER – Kecelakaan laut terjadi di jalur Plawangan Pantai pantai Pancer, Dusun Krajan, Desa Puger Kulon, Kecamatan, Puger, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Kamis (19/7) kemarin. Sebuah perahu nelayan jenis payang terbalik setelah dihantam ombak. Petaka yang terjadi pukul 08.15 ini mengakibatkan enam anak buah kapal (ABK) meninggal dunia, serta empat lainnya belum ditemukan. Sedangkan 12 orang dinyatakan selamat.

Perahu yang dinakhodai Haji Dirman, 50, warga Dusun Mandaran, Desa Puger Kulon, Kecamatan Puger ini membawa 22 nelayan. 21 orang di antaranya merupakan ABK. Perahu jenis Payang (melaut dengan menggunakan jaring) ini melaut pada Rabu (18/7), atau sehari sebelum mengalami kecelakaan di jalur keluar masuk laut selatan di pantai Pancer, Puger tersebut.

Saat itu, perahu hendak pulang dengan muatan penuh ikan. Nahas, sampai di Plawangan, kapal diempas ombak, terbalik dan tenggelam. Enam ABK meninggal. Selain korban meninggal, ada empat ABK hilang. Hingga tadi malam, pencarian masih dilakukan oleh tim SAR dibantu nelayan sekitar. Sementara 12 ABK yang selamat adalah warga Dusun Mandaran, Desa Puger Kulon, Kecamatan Puger. 

Wartawan Jawa Pos Radar Jember (Jaringan Pontianak Post) menyaksikan detik-detik perahu yang diberi nama Joko Berek itu tenggelam. Petaka ini terjadi saat para nelayan itu pulang melaut. Namun ketika melintasi jalur Plawangan Pancer, tiba-tiba perahu ini oleng ke kiri. Kemudian, disusul ombak besar yang menerjang dari arah belakang dan lambun kiri. Akibatnya perahu tersebut terbalik, dan tenggelam. Saat itu terlihat para nelayan berusaha menyelamatkan diri, ada yang masih bergelantungan di badan perahu.  

Tak berapa lama seluruh ABK dan nakhoda terlempar ke laut. Sebagian ada yang terjebak di dalam perahu. Mereka yang terjebak ini adalah yang tadianya bergelantungan saat perahu terangkat. 

Usai tercebur, masing masing ABK langsung berusaha menyelamatkan diri. Mereka terlihat berupaya mencari tumpuan untuk berenang, meraih apa saja yang terjangkau tangan. Sebagian berhasil meraih benda mengapung, seperti kotak tempat ikan dan benda lain untuk menyelamatkan diri. Namun sebagian terlihat timbul tenggelam dihajar ombak. 

Drum plastik berukuran lumayan besar yang terlempar ke laut juga menjadi rebutan para ABK. Ada yang terlihat bertahan di drum ada pula yang akhrinya terlepas.

Sementara itu, sedikitnya ada tiga ABK yang terlihat saling berebut papan kayu. Mereka tampak berusaha menepi ketika ombak dating dan berhasil. 

Sejumlah nelayan lain masih terperangkap di dalam perahu. Perahu yang posisinya sudah terbalik itu terus terombang-ambing. Sempat agak minggir tapi terseret lagi ke tengah hingga puluhan meter.

Tak berselang lama, sesosok nelayan yang belakangan diketahui bernama Haji Dirman, muncul dari dalam air. Dia berhasil menepi bersama dengan dorongan ombak. Sesaat kemudian, seorang nelayan lainnya, Nawar (60) juga berhasil menepi. Pria bertubuh gemuk itu terlihat berpegangan pada sebongkah karang yang ada pinggir Plawangan. Kedua korban lantas ditolong oleh nelayan lain yang memang menunggu di pinggir pantai.

Pencarian dan upaya pertolongan terhadap korban terus dilakukan. Beberapa korban selamat langsung dibawa ke puskesmas terdekat. Siangnya, korban meninggal ditemukan. Dan sore sekitar pukul 16.00 Dulkowi, ABK juga ditemukan meninggal 00 di sekitar Plawangan. Tercatat ada enam korban meninggal yang sudah ditemukan dalam musibah itu. 

Kapolres Jember AKBP Kusworo kepada wartawan mengatakan, korban yang meninggal akibat terlempar dari perahu saat terbalik. Seluruh ABK termasuk nakhoda yang juga pemilik perahu sama sama berusaha menyelamatkan dirinya masing-masing. (jum/mg-4/ras)

Berita Terkait