Diduga Tumor di Wajah, Egi Harus Dirujuk ke Jakarta

Diduga Tumor di Wajah, Egi Harus Dirujuk ke Jakarta

  Selasa, 27 March 2018 11:00
BANTU: Egi membutuhkan bantuan donasi untuk biaya menyembuhkan penyakitnya. IST

Berita Terkait

Egi, Alami Pembengkakan di Bagian Wajah

Benjolan di wajah Egi  muncul empat tahun lalu. Dari hari ke hari, benjolan semakin membesar hingga ke bagian matanya. Egi butuh dukungan dana, agar bisa menjalani pengobatan ke rumah sakit di Jakarta. Diperkirakan, membutuhkan biaya Rp100 juta hingga Rp150 juta untuk penanganan pengobatan bocah sembilan tahun ini.

MARSITA RIANDINI, Pontianak Post

EMPAT tahun lalu, pemilik nama lengkap Muhammad Syauqi Hidayah hanya mengalami benjolan berupa bintil kecil. Semakin lama, benjolan kian membesar. Khawatir kondisi anaknya semakin parah, keluarganya membawa  Egi ke Rumah Sakit Soedarso. Betapa sedihnya orang tua Egi ketika dokter menyarankan harus dirujuk ke Jakarta. “Sedihlah, tidak bisa diobat di sini,” kata Masduqie Fadly, ayah Egi.

Fadly mengatakan keinginannya untuk  membawa anaknya ke Jakarta sudah lama. Apalagi melihat kondisi wajahnya yang bertambah membengkak, bahkan hingga ke  bagian mata. Egi kesulitan menjalani sejumlah aktivitas seperti anak seusianya. “Kalau ada biayanya, tentu secepatnya saya bawa dia berobat,” ucapnya sedih. 

Meski sakit, tak menghalangi siswa SD Negeri 14 Pontianak Utara ini untuk menimba ilmu. Egi bersemangat untuk tumbuh menjadi anak yang bisa membanggakan kedua orang tuanya. Di kelas, ia dikenal anak yang baik, juga pintar. Sejak duduk di bangku kelas 1 hingga kelas 3, ia selalu juara 2 di kelasnya. “Masih sekolah meskipun bengkak,” kata ayahnya. 

Tapi keinginan Fadly harus tertunda karena tidak memiliki biaya yang cukup untuk pengobatan anak lelakinya itu. Sementara dana yang terkumpul dari para donatur saat ini masih belum cukup.  

Ayah Egi sangat berharap besar ada tangan-tangan baik yang membantunya untuk meringankan proses pengobatan Egi. Biaya tersebut nantinya akan digunakan untuk perawatan operasi, biaya hidup berobat selama di Jakarta juga untuk segala akomodasi saat berobat. 

Saat ini, belum diketahui pasti pembengkakan di wajah Egi. Bisa jadi akibat tumor atau bisa pula karena kanker. Sehingga perlu segera mendapatkan penanganan medis. “Berharap bantuan karena kalau saya sendiri rasanya tidak mampu,” ucap warga Jalan Parwasal Gang Ikhlas ini. 

Egi saat ini tinggal bersama ayah dan kedua kakaknya. Tiga tahun lalu, Egi ditinggal ibu tercintanya. Sementara sang ayah hanya bekerja sebagai buruh harian lepas. Iuran BPJS atas nama Egi sempat menunggak selama tiga bulan. Dibantu Rumah Zakat, Iuran BPJS per 21 Maret 2018 sudah dibayar.

Abdul Edi Erwin dari Rumah Zakat mengatakan, saat ini pihaknya terus memantau kondisi Egi. “Egi saat ini masih membutuhkan banyak uluran tangan dari donatur agar secepatnya dapat di bawa ke rumah sakit untuk ditangani,” katanya. 

Badan Egi kian hari semakin kurus. Meski demikian, tak ada keluhan sakit yang dirasakan Egi pada area wajahnya yang membengkak. “Makanya, kami terus memantau kebutuhan gizinya. Memberikan asupan buah kepada Egi,” jelas Erwin. 

Bagi yang ingin mendonasikan bantuan kepada Egi, bisa langsung datang ke rumahnya, Jalan Parwasal, Gg Ikhlas, atau bisa melalui Rumah Zakat Pontianak. (*)

Berita Terkait