Diduga Rudapaksa Anak Didik, Oknum Kepsek Dibekuk Polisi

Diduga Rudapaksa Anak Didik, Oknum Kepsek Dibekuk Polisi

  Senin, 11 March 2019 08:58
DIAMANKAN: PJ, pelaku rudapaksa terhadap anak didiknya di salah satu SD di Empanang, saat digiring ke Mapolres Kapuas Hulu, Sabtu (9/3) malam. ARIEF NUGROHO/PONTIANAK POST

Berita Terkait

PUTUSSIBAU – Seorang kepala sekolah (kepsek) di salah satu sekolah dasar (SD) Negeri di Kecamatan Empanang, dibekuk aparat Kepolisian Resor (Polres) Kapuas Hulu. Dia diduga melakukan perbuatan asusila terhadap anak didiknya. Ironisnya, perbuatan bejat itu justru dilakukan di dalam ruangan kelas sekolah tersebut.

Akibat dari perbuatannya, kepsek berinisial PJ ini digiring ke Markas Polres Kapuas Hulu, untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Dia terancam pasal 81 atau 82 Undang-Undang (UU) Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas UU Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Yang bersangkutan bakal dijerat dengan pasal 81 dan pasal 82 dengan ancaman minimal 5 – 15 tahun.

Kepala Satuan Reserse dan Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Kapuas Hulu Iptu Siko Sesatria Putra Suma mengatakan, tindakan asusila pelaku terkuak ketika kakek korban, sebut saja bunga, melaporkan kasus ini ke Polsek Empanang, Rabu (6/3) sekitar pukul 13.00 WIB. Menurutnya, peristiwa tragis ini terjadi seminggu yang lalu. Saat itu, dari laporan yang mereka terima, korban yang masih duduk di bangku kelas II SD itu sedang mengerjakan tugas karena belum selesai. Sementara siswa-siswi lainnya, menurut dia, sudah selesai mengerjakan tugas dan diperbolehkan pulang. 

Dari laporan yang dihimpun mereka, ketika sedang mengerjakan tugas, tiba-tiba guru yang juga merangkap kepsek itu menghampiri korban. Yang bersangkutan, menurut Siko, memberikan kue atau roti kepada bunga.

“Di saat itulah pelaku melakukan perbuatan asusilanya, dengan melakukan hubungan intim selayaknya suami-istri,” kata Siko.

Korban, menurut diia, baru menceritakan kejadian tersebut setelah kurang lebih seminggu paskakejadian. Masih menurut Kasat Reskrim bahwa korban mengeluh kesakitan saat buang air kecil. Pihak keluarga yang mendengar hal itu langsung melaporkan peristiwa tersebut ke jajarannya dii Polsek Empanang. Pelaku berhasil mereka amankan dan dibawa ke Polres Kapuas Hulu untuk proses lebih lanjut.

“Pada pukul 22.00 WIB pelaku dibawa ke Badau dan langsung dibawa ke Polres dengan menggunakan kendaraan dinas roda empat Polsek Badau,” katanya.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kapuas Hulu Petrus Kusnadi mengakui bahwa dirinya baru mengetahui kejadian ini. “Ini tindakan di luar batas kemanusiaan. Apalagi pelaku adalah seorang pendidik. Nanti saya akan minta informasi detail dari pengawas sekolah setempat,” geramnya. (arf)

Berita Terkait