Diduga Pungli Ibu Kades Ditahan

Diduga Pungli Ibu Kades Ditahan

  Rabu, 1 Agustus 2018 10:00
sugeng/PONTIANAKPOST

Berita Terkait

SANGGAU – Kepala Cabang Kejaksaan Negeri (Kacabjari) Sanggau di Entikong, Akwan Annas menginformasikan bahwa pihaknya menahan Kepala Desa (Kades) Balai Karangan, Mulyati terkait dugaan kasus pungutan liar (Pungli).

Menurut Akwan, penahanan Mulyati dilakukan pada Selasa (31/7) kemarin dan rencananya akan dititipkan sebagai tahanan di Rutan Pontianak. “Kades Balai Karangan hari ini kita tahan,” ujarnya via seluler.

Mulyati diduga tersangkut kasus pungli berkaitan dengan program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) Tahun 2017 di Kecamatan Sekayam senilai lebih dari Rp500 juta. Mulyati sebelumnya juga telah ditetapkan sebagai tersangka.

Penetapan Mulyati sebagai tersangka juga telah ditegaskan langsung oleh Kacabjari Sanggau di Entikong, Akwan. Sedangkan penggeledahan juga telah dilakukan di kantor desa.

 “Kadesnya sudah kami tetapkan tersangka berdasarkan dua alat bukti yang kami temukan sebelumnya. Hari ini, kami mencari bukti tambahan, seperti buku kas dan catatan pembayaran warga,” ungkapnya.

Modus yang digunakan dalam kasus ini adalah melalui penarikan biaya administrasi penerbitan sertifikat hak atas tanah di atas tarif yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp250 ribu per sertifikat.

 “Kades menarik pungutan antara Rp800 ribu sampai Rp1,5 juta untuk setiap penerbitan sertifikat dalam program PTSL. Ada ratusan warga yang dipungut bayaran di atas ketentuan yang ditetapkan pemerintah,” jelasnya.

Selain menggeledah kantor desa, penyidik juga bergerak menuju rumah pribadi milik Mulyati di Dusun Balai Karangan III. Di rumahnya tersebut, penyidik kembali menyita sejumlah buku catatan setoran penertiban sertifikat tanah warga. (sgg)

Berita Terkait