Diduga Konsumsi Narkoba, Pemuda Ditangkap di Rumah Kosong

Diduga Konsumsi Narkoba, Pemuda Ditangkap di Rumah Kosong

  Rabu, 25 April 2018 11:00

Berita Terkait

MEMPAWAH- Praktek penyalahgunaan narkotika di lingkungan masyarakat Kecamatan Sungai Pinyuh semakin mengkhawatirkan. Meski puluhan kasus telah diungkap, namun peredaran barang haram tak kunjung habis.

Senin (23/4) sekitar pukul 16.20 WIB, polisi menangkap seorang pemuda yang diduga sedang mengkonsumsi Narkoba jenis sabu di rumah kosong beralamat di Gang Sukamulya, Kecamatan Sungai Pinyuh.

Kapolres Mempawah, AKBP Didik Dwi Santoso, S.Ik melalui Paur Humas, Ipda Imam Widhiatmoko mengungkapkan, pelaku berinisial TP (25) warga Jalan Pancasila Rt 011/Rw 006, Kecamatan Sungai Pinyuh.

Imam mengatakan, penangkapan bermula dari laporan masyarakat yang mencurigai aktivitas tak lazim TP di sebuah rumah kosong di Gang Sukamulya, Sungai Pinyuh. Warga mencurigainya jika TP merupakan pecandu sekaligus mengedarkan barang haram itu di lingkungan masyarakat setempat.

“Mendapatkan laporan ini, Tim Satuan Resnarkoba Polres Mempawah langsung menuju ke TKP. Tim dipimpin langsung Kasat Narkoba Polres Mempawah,” terang Imam di kantornya, Selasa (24/4) siang.

Sekira pukul 15.00 WIB, petugas pun tiba di sekitar rumah kosong yang menjadi ‘markas’ bagi TP untuk mengedarkan narkotika. Tak mau gegabah, petugas lebih dulu melakukan penyelidikan dan pengintaian untuk memastikan aktivitas ilegal tersebut. Setelah lebih dari sejam mengintai, polisi pun memastikan keberadaan TP beserta barang bukti diduga narkotika miliknya.

Disaksikan Ketua Rt setempat, petugas pun menggerebek rumah kosong itu. Dan benar saja, di dalam rumah tersebut petugas menemukan TP beserta rekannya AH. Petugas pun melakukan penggeledahan untuk menemukan barang bukti. Alhasil, petugas mendapati satu paket diduga sabu dengan berat 1,07 gram yang disimpan di atas meja dan ditutup dengan taplak. “Setelah seluruh barang bukti kita dapatkan, maka TP pun kami angkut ke Mapolres Mempawah untuk menjalani proses hukum. TP dijerat dengan UU Narkotika,” tegas Imam.

Lebih jauh, Imam mengaku prihatin dengan maraknya jaringan narkotika di wilayah Sungai Pinyuh dan sekitarnya. Meski pihaknya telah berupaya maksimal mengungkap dan memberantas pengedar barang haram itu, namun peredaran narkotika di Sungai Pinyuh justru semakin berkembang pesat.

“Polisi tidak bisa bekerja sendiri dalam memberantas jaringan narkotika. Dibutuhkan kerjasama dan dukungan seluruh stakeholder. Makanya, kami sangat mengharapkan dukungan informasi dari masyarakat. Jika mengetahui praktek narkotika segera laporkan,” pinta Imam mengingatkan. (wah)

 

Berita Terkait