Diduga Kampanye saat Kunker, Bawaslu Panggil Bupati Ketapang

Diduga Kampanye saat Kunker, Bawaslu Panggil Bupati Ketapang

  Kamis, 14 March 2019 09:06
KLARIFIKASI: Bupati Ketapang, Martin Rantan, saat mendatangi Sekretariat Bawaslu Ketapang untuk memberikan klarifikasi terkait dugaan kampanye yang ditemukan oleh Bawaslu. AHMAD SOFI/PONTIANAK POST

Berita Terkait

KETAPANG – Bupati Ketapang, Martin Rantan, memenuhi panggilan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Ketapang pada Rabu (13/3) siang. Martin dimintai klarifikasi terkait dugaan kampanye saat melakukan kunjungan kerja di salah satu desa di Kecamatan Sungai Melayu Rayak, beberapa waktu lalu.

Martin datang ke Sekretariat Bawaslu Ketapang di Jalan Basuki Rahmat, dengan pengawalan sejumlah ajudan. Namun, Martin masuk dan dimintai klarifikasi oleh anggota Bawaslu hanya seorang diri. Martin diperiksa selama kurang lebih satu jam.

Anggota Bawaslu Ketapang, Ronny Irawan, mengatakan pemanggilan terhadap Bupati terkait adanya dugaan kampanye yang dilakukannya, saat melakukan kunjungan kerja di Desa Karya Mukti, Kecamatan Sungai Melayu Rayak. "Kita menyurati Bupati pada Senin (11/3). Dalam proses klarifikasi ini datang sendiri dan tidak didampingi siapa pun," kata Ronny usai pemeriksaan.

Mantan Ketua KPU Ketapang tersebut menjelaskan, latar belakang pihaknya memanggil dan melakukan klarifikasi ini, karena ditemukan adanya dugaan kampanye Bupati saat melakukan kunjungan kerja. Termasuk juga adanya video yang viral Bupati saat bernyanyi dan goyang empat jari, yang sampai kepadanya.

Setelah dilakukan konfirmasi ke pengawas tingkat desa, ternyata, diakui diia, memang benar ada kunjungan kerja Bupati. "Yang menjadi penekanan kami adalah dalam kunjungan kerja tersebut ada kehadiran sejumlah caleg dari Partai Golkar. Konteks yang diklarifikasi ini adalah kunjungan kerja Bupati dalam tugas dinas di Sungai Melayu dalam program percepatan desa mandiri," jelasnya.

Dalam proses klarifikasi ini, kata Ronny, pihaknya masih belum bisa membuka semua hasilnya, karena itu menjadi bahan mereka untuk mengambil keputusan. "Pada klarifikasi ini kita mencoba melihat apakah ada aspek kampanye atau murni kedinasan? Masih ada sumber-sumber lain yang harus dimintai keterangannya. Jadi, hari ini belum bisa menyimpulkan hasilnya," ungkapnya.

Setelah memanggil dan meminta keterangan dari Bupati, Bawaslu berencana akan memanggil pihak-pihak terkait. Termasuk calon legislatif yang hadir pada kunjungan kerja Bupati tersebut, juga akan mereka panggil. "Sangat mungkin memanggil pihak-pihak yang bisa memberikan informasi. Termasuk enam caleg dari Partai Golkar yang ikut dalam kunjungan kerja Bupati. Caleg yang ikut itu dari kabupaten dan provinsi," pungkasnya.

Sementara itu, Bupati Martin Rantan, mengaku sengaja menghadiri pemanggilan Bawaslu, untuk memberikan klarifikasi terkait kunjungan kerjanya ke sejumlah desa beberapa waktu lalu. "Maklumlah, ini tahun politik. Ada yang mengatakan saya berkampanye. Saya bilang, saya tidak berkampanye, saya menyampaikan sosialisasi saja," kata Ketua DPD Partai Golkar Ketapang tersebut usai diperiksa.

Kepada awak media, Martin mengaku tidak melakukan kampanye atau mengajak masyarakat untuk memilih salah satu caleg. "Saya tegaskan saya tidak kampanye. Kalau saya kempanye, saya pakai baju partai. Saya melakukan tugas untuk melakukan percepatan desa mandiri," tegasnya.

Martin mengungkapkan, kunjungan kerja tersebut sengaja dilakukan ke desa-desa, agar pesan yang disampaikan bisa langsung diterima oleh kepala desa dan warga. Menurutnya, jika harus memanggil seluruh kepala desa untuk berkumpul, diakuinya cukup sulit.

"Kalau kita mengundang kepala desa, tidak pernah kepala desa itu datang lengkap. Paling banyak di bawah 200 kades (kepala desa). Pernah paling tinggi itu 218 kades yang datang. Sedangkan di Ketapang ini ada 253 kepala desa. Makanya saya jemput bola saja," pungkas Martin. (afi)

Berita Terkait