Dicampur Pestisida Sabu 10 Kilogram Dimusnahkan

Dicampur Pestisida Sabu 10 Kilogram Dimusnahkan

  Sabtu, 5 December 2015 10:49
MUSNAHKAN SABU: Pemusnahan sabu seberat 10,455 kilogram di Lapangan Jananuraga Polda Kalbar, Jumat (4/12). Sabu yang dimusnahkan ini hasil tangkapan beberapa waktu lalu. FOTO BOKS . MEIDY KHADAFI/PONTIANAKPOST

Berita Terkait

PONTIANAK - Kepolisian Daerah Kalimantan Barat memusnahkan sabu seberat 10,455 kilogram yang disita dari kurir bernama Dwi Kuswoyo di Desa Entikong, Sanggau, 5 November 2015. Sabu senilai Rp10 miliar itu dimusnahkan dengan cara diblender dan dicampur menggunakan cairan pestisida sebelum akhirnya ditanam.

Kapolda Kalbar Brigjen Pol Arief Sulistyanto mengungkapkan, sabu tersebut merupakan hasil penyelidikan dari informasi yang masuk pada Rabu (4/11) dan ditindaklanjuti oleh Direktorat Narkoba Polda Kalbar, ada sebuah mobil No Pol B 1268 POX warna silver dari perbatasan Entikong, Sanggau menuju ke Pontianak dengan membawa sabu.

“Tim lidik Subdit I Ditresnarkoba Polda Kalbar melaksanakan konsolidasi dan pembagian tugas guna melakukan pencegatan dan penegakan hukum disepanjang jalan menunju Pontianak,” ujarnya.Pada Kamis, 5 November, sekitar pukul 00.10, kendaraan yang dicurigai sedang melintas di Jalan Trans Kalimantan menuju Pontianak. Pada saat bersamaan tim melakukan pembuntutan untuk memastikan jenis kendaraan yang membawa narkoba sehingga tim tidak salah sasaran. “Sebelum di Terminal Internasional Ambawang, di bundaran Alianyang, Direktorat Narkoba Polda Kalbar melakukan pencegatan dan melakukan penggeledahan. Sehingga ditemukan 10 paket yang dibungkus alumunium foil di dalam tas,” katanya.

Di dalam mobil tersebut diamankan seorang laki-laki bernama Dwi Kuswoyo dan seorang perempuan bernama Kastini serta dua orang anak balita berusia 3 tahun dan 3 bulan, yang tak lain adalah istri dan anak tersangka. Berdasarkan interogasi terhadap tersangka, lanjut Arief, barang haram tersebut akan diantarkan ke depan Masjid Jami’ Kampung Dalam Kecamatan Pontianak Timur. Selanjutnya tim melakukan control delivery untuk dapat menangkap penerima barang berjenis narkoba tersebut.

“Berdasarkan hasil komunikasi melalui HP antara tersangka dan penerima barang, agar meletakan barang tersebut di atas meja yang sudah disiapkan. Namun setelah ditunggu 3 jam, si penerima barang tak kunjung datang. Dan kami menduga, operasi ini bocor. Karena sindikat mereka cukup rapi,” beber Arief.Untuk kepentingan keamanan dan proses penyidikan, tim memutuskan untuk membawa tersangka dan barang bukti ke Direktorat Narkoba Polda Kalbar untuk proses lebih lanjut. “Berdasarkan hasil pengujian sementara melalui tes kit narkotik, barang tersebut positif mengandung zat metamphetamin,” lanjutnya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka dijerat pasal 112 ayat (2), pasal 114 ayat (2), atau 115 ayat (1) Undang-Undang RI No.35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman minimal 5 tahun dan maksimal 20 tahun.Maraknya kasus penyelundupan narkoba dari Malaysia itu, Arief telihat berang. Bahkan dalam sambutannya sebelum melakukan pemusnahan menyebut, penyelundup narkoba dengan kata biadab. "Demi kepentingan pribadi, dia rela mengorbankan bansanya sendiri, mengorbankan masyarakat dan saudaranya sendiri di Indonesia. Diracuni dengan 10 Kg sabu. Jadi tidak salah jika saya katakan ini manusia biadab,"kata Arief sambil menunjuk ke arah tersangka

Menurut Arief, yang harus dilakukan untuk mencegah peredaran narkoba, jangan sampai narkoba melewati pintu lintas batas. Yaitu dengan memperketat pengamanan di pintu lintas batas, sehingga tidak ada yang bisa lolos melewati pintu ini. "ini tugas kita bersama. apakah bea cukai atau petugas lainnya yang ada diperbatasan untuk berkolaborasi sama-sama meningkatkan pengawasan ini," katanya."Jangan sampai karena kelengahan kita, keteledoran kita, barang ini bisa masuk karena tidak terdeteksi sewaktu diperbatasan. Ini menjadi pelajaran kita. Jangan sampai saling menyalahkan," sambungnya.(arf)

Berita Terkait