Dibangun 2016, Anggarannya Rp2,4 M, Kini Ambruk

Dibangun 2016, Anggarannya Rp2,4 M, Kini Ambruk

  Minggu, 17 December 2017 08:30
AMBRUK: Puskesmas Belitang yang terletak di Desa Belitang II, Kecamatan Belitang, ambruk sebelum dioperasikan. DINA/KAPUAS POST

Berita Terkait

Melirik Puskesmas Belitang yang Viral di Media Sosial

Puskesmas yang berada di Desa Belitang II, Kecamatan Belitang, Kabupaten Sekadau, ambruk, Jumat (15/12) petang. Puskesmas yang dibangun pada 2016 lalu itu memang belum beroperasi. Belum diketahui penyebab pasti ambruknya bangunan tersebut.

KAPOLSEK Belitang, Ipda Agus Junaidi menuturkan, adapun bagian tiang di teras puskesmas patah dan beberapa bagian dinding retak. Ia mengatakan, kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 18.00 WIB.

Agus mengaku belum mengetahui secara pasti penyebab ambruknya puskesmas yang dibangun pada 2016 lalu itu. Berdasarkan informasi, diungkapkan dia bahwa bangunan tersebut berdiri dengan menelan dana sekitar Rp2,4 miliar. “Masih diselidiki penyebabnya. Kami juga sudah berkoordinasi dengan Polres Sekadau,” ujarnya, Sabtu (16/12).

Sementara itu, Camat Belitang, Saut Parulian terkejut, setelah mendapatkan informasi ambruknya puskesmas tersebut dari stafnya. Mengetahui hal itu, ia meminta stafnya untuk melaporkan hal tersebut kepada pemerintah daerah. “Itulah, saya keget dengarnya, tapi mau diapakan lagi, memang sudah begitu (ambruk, Red),” ucapnya. “Saya suruh staf foto dan kirimkan ke Bupati untuk dilaporkan melalui Humas Pemkab. Sudah dilaporkan,” sambungnya. 

Saut mengatakan, puskesmas tersebut dibangun sebelum dia menjabat sebagai camat setempat. Dirinya mengaku belum mengetahui penyebab pasti ambruknya bangunan itu. Saut mengungkapkan, sebelum ambruk, bangunan tersebut telah dicek bersama Inspektorat. 

“Belum tahu juga penyebab pastinya, itu kan baru dibangun, belum ditempati. Mungkin fondasinya tidak kuat atau kontraktornya (yang salah), entah bagaimana kerjanya, tak tahulah, yang pasti sudah kami laporkan kondisinya,” jelasnya. 

Terpisah, Sekretaris Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Kabupaten Sekadau, Aloysius Ashari, mengatakan, pembangunan puskesmas tersebut berasal dari anggaran tahun 2016. Proyek itu, diakui dia, melampau masa kontrak yang telah ditentukan. 

“Jadi tidak bisa dibayarkan di tahun lalu. Rencananya akan dilakukan pembayaran, tapi menunggu hasil audit dari Inspektorat Kabupaten Sekadau,” bebernya. 

Ia mengatakan, Inspektorat sendiri telah memberikan rekomendasi agar Dinas Kesehatan memanggil tim teknis Untan. Sehingga, diharapkan dia agar dilakukan pengecekan lapangan dan studi lapangan.

“Hingga saat ini belum ada datang, dikarenakan anggaran untuk tinjau lapangan tidak ada. Apakah dianggarkan ulang atau seperti apa,” tuturnya. (dina/kapuaspost)

Berita Terkait