Dibacok Tetangga Fransiska Kritis

Dibacok Tetangga Fransiska Kritis

  Sabtu, 10 September 2016 09:30
DIRAWAT : Fransiska korban pembacokan saat dirawat di RSUD Diponegoro.FOTO MUSTA’AN

Berita Terkait

PUTUSSIBAU—Fransiska Monaka (26) warga Teluk Sindur bersimbah darah setelah dibacok berkali-kali oleh Ajiu Alias Engkat (26). Pelaku merupakan tetangga korban, kejadian terjadi ditempat di lokasi ngumpul dekat sungai kapuas desa Teluk Sindur Kecamatan Bika pada Kamis (8/9) sekitar pukul 19.00 wib. Dalam keadaan kritis, korban langsung dilarikan ke RSUD Ahmad Diponergoro Putussiabu.

 
Asip (46), ayah korban menjelaskan, pada saat kejadian ia bersama anak dan istrinya sedang makan didapur rumah mereka. Kemudian terdengar suara teriakan dari mertuanya dari arah depan rumah. Mendengar teriakan itu, ia dan anaknya yang lain langsung keluar, kemudian melihat posisi Fransiska di kaki tangga rumah di dalam keadaan sekarat dan bersimbah darah, karena mengalami luka bacok.

“Saya melihat Fransiska sudah bersimbah darah, sekujur tubuhnya mengalami luka bacok. Anak saya sudah kritis," tuturnya Kamis (8/9) sekitar pukul 23.30 Wib. Dikatakannya lagi, saat ditemukan di kaki tangga, kondisi Fransiska tidak sadarkan diri dan dalam keadaan yang menghawatirkan. Keluarga langsung bawa dia ke RSUD Achmad Diponogoro Putussibau untuk mendapatkan pertolongan medis.

Asip menyebutkan, Fransiska mengalami pendarahan yang luar biasa, ada sekitar belasan bacokan dibadannya dengan panjang dan kedalaman luka yang bervariasi. Bacokan tersebut paling banyak pada bagian belakang tubuh korban. Tidak hanya itu, luka bacokan juga terdapat di bagian bawah telinga dan kening korban.

"Kondisi Fransiska masih kritis dan belum ada sadarkan diri," terang Asip.

Asip mengaku dirinya tidak menyangka kalau Engkat tega melakukan tindakan itu kepada anaknya, padahal antara pelaku dan korban masih memiliki hubungan keluarga, selain itu jarak antara rumah pelaku dan korban sangatlah dekat. "Saya tidak menyangka pelaku seperti itu, padahal dia sering main kerumah, bahkan biasanya dia juga main gitar ke rumah, bersama-sama anak saya ini,"katanya.

Dia juga mengaku, keluarganya tidak pernah bermasalah dengan pelaku dan hubungannya pun baik-baik saja, sehingga sangat mengherankan pelaku tega melakukan tindakan itu. "Orangnya pendiam, dia tidak pernah bertengkar dengan kami,tapi dia pernah bertengkar dengan orang tuanya,"katanya. Karenanya ia sangat herankenapa tiba-tiba Engkat membabi buta menyerang anaknya saat ngumpul.

Terkait tindakan pelaku yang telah melakukan percobaan pembuhanan terhadap anaknya tersebut. Untuk proses penanganan kasusnya tidak akan diselesaikan secara kekeluargaan, melainkan akan diselesaikan melalui jalur hukum negara dan hukum adat, agar memberikan efek jera kepada pelaku.

"Kami akan menempuh proses hukum negara dan adat, kami minta hukum ditegakkan,” ungkapnya.

Menurut Sepupu korban, yakni Martin Kurniawan (23), kejadian tersebut bermula ketika Fransiska hendak menjual handphone miliknya, mengetahui hal tersebut pelakupun berniat untuk membeli handphone korban. "Anehnya kenapa pelaku meminta kepada korban untuk melakukan transaksi di tempat santai dekat sungai kapuas, dimana jaraknya sekitar 50 meter dari rumah korban,"terangnya.

Atas permintaan pelaku, saat itu juga korban pergi ke tempat dimaksud, setelah sampai ditempat tersebut pelaku mengatakan ingin membeli handphone korban. Tetapi dengan catatan agar korban tidak memberitahukan hal tersebut kepada orang tua pelaku. Korban menolak untuk menyepakati permintaan pelaku dan membatalkan penjualan handphonenya karena itulah pelaku lalu naik pitam.

"Pelaku langsung tiba-tiba membacok korban sampai belasan kali dan setelah itu pelaku melarikan diri, sementara korban berjalan menuju rumahnya untuk menyelamatkan diri,"katanya. Sementara itu, abang kandung korban Natalis Kurniadi mengatakan, kepribadian pelaku sangat susah ditebak, namun yang jelas bilapelaku berbicara perkataannya sulit dicerna logika dari teman-teman ngumpul.

Natalis mengaku sangat aneh, kenapa dia malam kejadia bisa bersifat seperti itu dan berubah secara drastis, padahal dia biasa sering kerumah main catur dan Gitar. “Saya terkejut dan tidak menyangka kalau pelaku berbuat nekat,"katanya. Dia berharap pelaku bisa dihukum sesuai perbuatannya baik secara hukum negara maupun hukum adat. Karena, pelaku telah melukai korban dengan sadis.(aan)

Berita Terkait