Dianiaya, Bapak Dilaporkan ke Polisi

Dianiaya, Bapak Dilaporkan ke Polisi

  Jumat, 18 Agustus 2017 10:00

Berita Terkait

PONTIANAK – Fita Kurnia melaporkan ayah kandungnya, Sutikno kepada polisi karena diduga telah melakukan penganiayaan terhadap dirinya. Pria 55 tahun itu pun kini mendekam di rumah tahanan Mapolresta Pontianak. 

Kasat Reskrim Polresta Pontianak, Kompol Muhammad Husni Ramli, membenarkan jika pihaknya menangani kasus kekerasan dalam rumah tangga dengan pelaku, warga Jalan Kom Yos Soedarso, Pontianak Barat tersebut. Pelaku dilaporkan oleh anak kandungnya pada Rabu, 16 Agustus 2017. 

Husni menjelaskan, berdasarkan keterangan korban kasus kekerasan dalam rumah tangga itu terjadi pada 19 Juli 2017. Ketika ia pulang dari bekerja. Saat sampai di depan gang, tetangganya mengajak dirinya untuk menikmati kue. 

“Korban pulang kerja tidak langsung ke rumah. Tetapi mampir di rumah tetangga. Selesai makan kue, ia lalu menuju kediamannya. Di sinilah mulai terjadi kasus kekerasan,” kata Husni, Kamis (17/8). 

Husni menuturkan, masih berdasarkan keterangan korban, ketika yang bersangkutan sampai di rumah, pintu dalam keadaan terkunci dan lampu dalam keadaan mati. Ia berinisiatif untuk menggedor pintu dengan menekan bel sebanyak dua kali. 

Tidak lama kemudian, lanjut Husni, pelaku yakni bapak kandung korban keluar langsung mengeluarkan perkataan dengan nada keras. “Menurut korban saat bapaknya marah, ia tidak mendengar jelas apa yang dibicarakannya karena saat itu sedang azan Magrib. Ia masuk dengan mengatakan awaslah pak,” terangnya. 

Husni menerangkan, mendengar perkataan korban, pelaku langsung memukul wajahnya berulang kali. Korban memilih meninggalkan pelaku, namun masih dikejar dan kembali dipukul di bagian bahu menggunakan sajadah. “Pengakuan korban bahwa mereka sekeluarga sudah sepakat ingin melaporkan pelaku. Sehingga berdasarkan laporan itulah kami lakukan penyelidikan,” ucapnya. 

Husni menyatakan bahwa sebelum penangkapan berlangsung, anggota yang sudah melakukan penyelidikan mendapat informasi jika pelaku sedang marah kepada korban. Anggota langsung mendatangi kediamannya dan menangkap pelaku tanpa perlawanan. 

Husni menegaskan, terhadap pelaku akan dikanakan pasal 44 Undang Undang nomor 23 tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga dan atau Pengancaman Pasal 45 KUHP dengan ancaman pidana penjara diatas lima tahun. (adg) 

Berita Terkait